Cerdas Dengan Amalan Asmaul Husna

|


Penulis : Rizem Aizid Harga : Rp. 32000 Ukuran : 14x20cm Tebal : 288hlm Terbit : Oktober 2012 Penerbit : DIVA PRESS



Asmaul husna! Saya yakin, Anda (kaum muslim) pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Betapa tidak, asmaul husna merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut nama-nama Allah Swt., dimana di dalamnya terdapat 99 nama Allah. Sebagai orang islam, kita sudah dikenalkan terhadap asmaul husna sejak kita mengenal islam, tepatnya sejak kita masih kecil. Bahkan, tidak hanya diajarkan di sekolah madrasah islam (MI, MTs, MA, dan Perguruan Tinggi Islam), di sekolah-sekolah umum pun (TK, SD, SMP, SMA, dan bahkan Perguruan Tinggi) asmaul husna kerap menjadi salah satu materi yang disampaikan guru dalam pelajaran agama islam. Maka dari itu, jangan pernah mengatakan bahwa Anda sama sekali belum mengenal dan mengetahui tentang nama-nama Allah ini.
Namun demikian, meskipun asmaul husna telah dikenalkan kepada kita (kaum muslim) sejak masih kecil, ternyata masih banyak diantara kita yang belum mengenal fadhilah dan khasiat dari nama-nama Allah ini. Nah, tahukah Anda bahwa sebenarnya setiap nama Allah dalam asmaul husna itu memiliki khasiat dan fadhilahnya sendiri-sendiri. Dan ajaibnya, khasiat dan fadhilah asmaul husna itu tidak hanya dapat mengantarkan kita menuju surga (mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan di akhirat kelak/berorientasi akhirat), tetapi juga dapat mengantarkan kita kepada kebahagiaan di dunia, seperti; menjadikan pengamalnya memiliki ilmu dan pengetahuan yang tinggi dan dalam, menjadikan pengamalnya dikaruniai kecerdasan, kekayaan, kesuksesan, dan lain-lain. Berdasarkan khasiat dan fadhilah yang begitu besar itulah, maka tak heran jika asmaul husna menjadi salah satu amalan dahsyat yang paling sering diamalkan kaum muslim.
Nah, dari begitu banyak khasiat dan fadhilah asmaul husna itu, salah satu khasiat amalan asmaul husna terdahsyat yang akan diulas buku ini adalah dapat meningkatkan kecerdasan. Kecedasan memang masih umum. Amalan asmaul husna tidak hanya dapat meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ) yang merupakan fungsi otak kiri, tetapi juga dapat meningkatkan kecerdasan emosional (EQ), dimana EQ tak lain adalah fungsi dari otak kanan. Selain itu, amalan asmaul husna juga dapat melejitkan potensi yang terdapat dalam otak kita.
Mungkin Anda sudah tahu bahwa otak kita (manusia) terbagi menjadi beberapa bagian, yang salah satunya adalah otak besar. Dan otak besar ini masih dibagi lagi menjadi dua belahan/bagian, yakni otak kanan dan otak kiri. Nah, di sini saya mecoba mengulas khasiat dahsyat amalan asmaul husna untuk melejitkan potensi yang tersimpan dalam belahan otak kanan dan kiri. Maka dari itu, buku ini akan mengkhususkan pembahasan khasiat dahsyat asmaul husna dalam melejitkan potensi otak kanan dan kiri. Jadi, beberapa amalan asmaul husna pilihan yang disajikan buku ini adalah amalan asmaul husna yang dapat melejitkan potensi otak kanan dan kiri Anda.
Kapasitas dari potensi pikiran sadar manusia hanya sebesar 12% dari otaknya sedangkan sisanya adalah kapasitas potensi pikiran bawah sadar sebesar 88%. Dapat diibaratkan, otak sadar manusia adalah seorang nakhoda, sedangkan otak bawah sadar adalah ruang mesin (robot) yang siap melakukan perintah nakhoda. Sungguh ajaib dan sangat menakjubkan potensi otak manusia. Berdasarkan suatu penelitian, seorang yang jenius dapat mengoptimalkan cara kerja otak sadarnya sebesar 5-6% dari kapasitas otak sadar manusia pada umumnya, yaitu 12%.
Mungkin Anda sudah tahu dan sering mendengar cerita hidup sosok genius dan legendaris di bidang sains. Ya, Albert Einstein adalah salah satu contoh manusia genius yang berhasil mengoptimalkan cera kerja otak sadarnya sebesar 5-6%. Tentu saja, jenis orang seperti ini tidak banyak, hanya ± 100 manusia di dunia ini. Menurut penelitian, Einstein lebih banyak menggunakan belahan otak kanannya (daya imajinasi yang kuat) sehingga ia dapat menghasilkan penemuan-penemuan yang spektakuler.
Berdasarkan penelitian terbaru bahwa setiap sel otak yang tersambung dengan sel otak yang lainnya akan membantu proses berpikir. Semakin banyak sambungan sel dalam otak maka akan semakin cerdas otak kita. Dalam hal ini, Einstein telah melakukannya. Meskipun tidak ada data yang memastikan berapa banyak sel otaknya yang telah tersambung, yang pasti belum semua kapasitas dari otaknya digunakan. Tapi hasilnya sudah sangat luar biasa! Apalagi jika 100% dari kapasitas fungsi otaknya digunakan, pasti hasilnya lebih luar biasa, bukan?
Sedangkan manusia rata-rata hanya menggunakan kapasitas otak sadar kurang dari 4%. Apakah potensinya bisa ditingkatkan? Jawabannya sudah pasti bisa, asalkan tahu caranya dan mau melatihnya. Lantas, bagaimana cara meningkatkan potensi kerja otak sadar tersebut? Dengan pertanyaan lain, bagaimana cara melejitkan potensi otak kanan dan kiri?
Salah satu cara paling mudah dan murah, serta cukup praktis, adalah dengan amalan asmaul husna. Mungkin Anda masih ragu dan bertanya-tanya, benarkah amalan asmaul husna dapat melejitkan potensi otak kanan dan kiri? Tentu saja benar. Perlu Anda ketahui, amalan asmaul husna memiliki faedah atau khasiat dapat merangsang kecerdasan IQ dan EQ jika dilakukan secara rutin dan kontinu. Tidak percaya, silah Anda buktikan sendiri.
Lantas, pertanyaan krusial lainnya adalah; apakah semua asmaul husna dapat meningkatkan potensi otak kanan dan kiri? Tidak. Perlu Anda ketahui, dari 99 nama Allah dalam asmaul husna itu, ada sebagian dari nama-nama Allah tersebut yang memiliki khasiat dapat melejitkan potensi otak kanan dan kiri. Apa saja nama-nama yang dimaksud? Anda akan menemukan jawabannya dalam buku ini.
Untuk memberikan penjelasan yang komprehensif dan detil, buku ini tersaji menjadi dua bagian. Bagian 1 berisi tentang hubungan antara asmaul husna dengan potensi otak kanan dan kiri --dimana bagian ini berisi 2 bab, yakni bab 1 berisi tentang gambaran umum potensi otak kanan dan otak kiri, sehingga dengan membaca bab ini diharapkan Anda mengetahui atau memperoleh informasi tentang berbagai potensi otak kanan dan kiri. Dan bab 2 berisi tentang gambaran umum asmaul husna yang dapat melejitkan potensi otak kanan dan kiri--. Sedangkan bagian 2 berisi tentang amalan asmaul husna pilihan dan fadhilahnya untuk melejitkan potensi otak kanan dan kiri. Adapun pada bagian dua ini akan disajikan 72 nama Allah yang berkhasiat atau berfaedah mampu melejitkan potensi otak kanan dan kiri. Adapun ke 72 nama Allah tersebut, adalah;
Amalan 1            : Ya Rahman
Amalan 2            : Ya Rahim
Amalan 3            : Ya Malik
Amalan 4            : Ya Quddus
Amalan 5            : Ya Mu’min
Amalan 6            : Ya Muhaimin
Amalan 7            : Ya Aziiz
Amalan 8            : Ya Jabbar
Amalan 9            : Ya Mutakabbir
Amalan 10          : Ya Khaaliq
Amalan 11          : Ya Barii’
Amalan 12          : Ya Ghaffar
Amalan 13          : Ya Qahhaar
Amalan 14          : Ya Wahhaab
Amalan 15          : Ya Razzaaq
Amalan 16          : Ya Fattaah
Amalan 17          : Ya Aliim
Amalan 18          : Ya Qaabith
Amalan 19          : Ya Baasith
Amalan 20          : Ya Mu’izzu
Amalan 21          : Ya Mudzillu
Amalan 22          : Ya Samii’
Amalan 23          : Ya Bashiir
Amalan 24          : Ya Hakam
Amalan 25          : Ya Adl
Amalan 26          : Ya Lathiif
Amalan 27          : Ya Kahbiir
Amalan 28          : Ya Haliim
Amalan 29          : Ya Azhiim
Amalan 30          : Ya Ghafuur
Amalan 31          : Ya Syakur
Amalan 32          : Ya Aliiyy
Amalan 33          : Ya Kabiir
Amalan 34          : Ya Hafiizh
Amalan 35          : Ya Hasiib
Amalan 36          : Ya Jaliil
Amalan 37          : Ya Karim
Amalan 38          : Ya Raqib
Amalan 39          : Ya Waasi’
Amalan 40          : Ya Hakiim
Amalan 41          : Ya Waduud
Amalan 42          : Ya Ba’its
Amalan 43          : Ya Qawiyyu
Amalan 44          : Ya Matiin
Amalan 45          : Ya Waliyyu
Amalan 46          : Ya Hamid
Amalan 47          : Ya Muhshiy
Amalan 48          : Ya Mubdi u
Amalan 49          : Ya Mu’iid
Amalan 50          : Ya Muhyii
Amalan 51          : Ya Mumiit
Amalan 52          : Ya Qayyum
Amalan 53          : Ya Waajid
Amalan 54          : Ya Maajid
Amalan 55          : Ya Shamad
Amalan 56          : Ya Qaadir
Amalan 57          : Ya Muqtadir
Amalan 58          : Ya Muakhkhir
Amalan 59          : Ya Aakhir
Amalan 60          : Ya Zhaahir
Amalan 61          : Ya Baathin
Amalan 62          : Ya Waliy
Amalan 63          : Ya ‘Afuww
Amalan 64          : Ya Ra uuf
Amalan 65          : Ya Dzul Jalaaliwal Ikram
Amalan 66          : Ya Muqsith
Amalan 67          : Ya Maani’
Amalan 68          : Ya Naafi’u
Amalan 69          : Ya Nuur
Amalan 70          : Ya Haadii
Amalan 71          : Ya Badii’
Amalan 72          : Ya Rasyiid
Itulah beberapa nama Allah dalam asmaul husna yang berkhasiat dapat melejitkan potensi otak kanan dan kiri. Dengan mengetahui bahwa asmaul husna berpotensi melejitkan atau meningkatkan potensi otak kanan dan kiri, maka telah terkuak suatu bukti bahwa asmaul husna merupakan amalan yang sangat dahsyat, tidak hanya bermanfaat untuk akhirat saja, tetapi juga bermanfaat untuk kebahagiaan di dunia.
Akhirnya, semoga kehadiran buku ini dapat membuka cakrawala Anda dan memberikan solusi alternatif religius bagi semua permasalahan hidup Anda. Amin!




Allah mencintai orang-orang yang bertaubat

|


Judul : Meraih Cinta Ilahi Melalui Taubat Nasuha
Penulis : Rizem Aizid
Penerbit : Pustaka Albana
Cetakan : I, 2012
Tebal Buku : 158 halaman

Mendapat cinta Ilahi (Allah Swt.) merupakan impian setiap hamba. Mendapat cinta Ilahi berarti mendapat rahmat, hidayah, dan ridho dari Allah Swt. Seorang hamba yang sudah mendapatkan cinta dan kasih sayang-Nya akan hidup dalam kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Tidak ada kebahagiaan yang paling indah daripada mendapat cinta-Nya.
Sejak dulu sampai sekarang, ada sebagian orang (muslim) yang sudah melakukan berbagai ritual untuk mendapatkan cinta-Nya. Dalam hal ini, mereka berlomba-lomba untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Mereka itulah para ahli sufi, ahli dzikir, ulama, dan para ‘alim lainnya. Bagi mereka, tidak ada kebahagiaan di dunia ini kecuali dekat kepada Allah Swt. Hidup di dunia ibarat sebuah perahu yang singgah di sebuah dermaga, setelah itu kembali mengarungi samudera yang luas untuk menempuh perjalanan yang sangat panjang.
Bahkan, sang tokoh sufi fenomenal –Syeikh Siti Jenar—beranggapan bahwa hidup yang sebenarnya adalah hidup sesudah mati. Artinya, hidup di dunia ini hanyalah sementara. Dan kehidupan sejati itu adalah di alam akhirat kelak. Maka dari itu, tak ayal apabila banyak orang-orang terdahulu yang memilih jalan zuhd untuk bisa dekat kepada Allah Swt.
Nah, melihat fenomena semacam itu, pertanyaannya adalah; bagaimana dengan kita saat ini? Apakah kita bisa dekat kepada Allah Swt., dalam artian mendapatkan cinta-Nya, padahal kita masih berlumuran dosa?
Tidak ada seorang hamba yang luput dari salah dan dosa. Kesalahan dan dosa merupakan hal yang wajar, dimana setiap umat manusia pasti melakukannya. Bahkan, sekaliber Nabi Muhammad Saw. pun pernah melakukan kesalahan. Maka dari itu, janganlah kita (Anda) berkecil hati –apalagi berputus asa—terhadap cinta Allah Swt. Sebab, Allah Swt. akan senantiasa memberikan cinta-Nya kepada mereka yang mencintai-Nya.
Apabila kita sadar bahwa kita telah banyak melakukan salah dan dosa, maka jalan terbaik untuk mendapatkan cinta-Nya adalah lewat taubat. Allah Swt. menyeru hamba-Nya yang berlumuran dosa agar bertaubat, meminta ampun, dan kembali ke jalan-Nya. Bertaubat kepada Allah Swt. merupakan perbuatan mulia yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. terhadap umat muslim yang sadar akan perbuatan dosanya. Orang yang bertaubat akan mendapat ampunan Allah Swt. Hal itu telah dijanjikan Allah Swt. dalam firman-Nya, yang artinya; “Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima Taubat dari hamba-hamba-Nya …” (QS. At Taubah [9]; 104)
Berdasarkan firman Allah Swt. tersebut, maka tidak pantas bagi kita untuk berkecil hati dan berputus asa akan ampunan-Nya. Dia maha Pengampun lagi maha Penyayang. Tidak ada dosa yang tidak diampuni oleh-Nya selama kita mau bertaubat kepada-Nya dengan semurni-murninya taubat, yakni taubat nasuha.
Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa “Sesungguhnya Taubat di sisi Allah hanyalah Taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An Nisaa’ [4]; 17)
Yang dimaksud dengan orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan dalam ayat tersebut adalah (1). Orang yang berbuat maksiat dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah maksiat kecuali jika dipikirkan lebih dahulu. (2). Orang yang durhaka kepada Allah, baik dengan sengaja atau tidak. (3). Orang yang melakukan kejahatan karena kurang kesadaran lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu.
Dengan demikian, orang-orang yang merasa (sadar) bahwa dirinya telah melakukan perbuatan dosa, maka wajib baginya untuk segera bertaubat kepada Allah. Seberapa besar dosa yang telah dilakukan, maka ampunan Allah jauh lebih besar daripadanya. Untuk itu, sekali lagi, umat muslim (kita) dilarang berputus asa atas ampunan Allah meski dosanya sebesar gunung atau seluas langit.
Allah Swt. maha pengampun lagi maha penyayang. Dia menerima semua taubat hamba-Nya. Tentunya, taubat yang diterima adalah taubat yang semurni-murninya taubat, yakni taubat nasuha.
Apa itu taubat nasuha? Bagaimana cara melakukannya (taubat nasuha)? Dan hal-hal apa saja yang dapat menghapus dosa-dosa kita?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan bagian dari pertanyaan-pertanyaan lain yang jawabannya akan Anda temukan dalam buku ini. Di sini, saya mencoba membahas tentang taubat nasuha secara detil dan komprehensif, mulai dari pengertian dan hakikatnya, hal-hal yang mengahalangi taubat, hal-hal yang menghapus dosa, hingga tuntunan melakukan shalat taubat. Semua itu dikemas dalam bahasa yang ringan dan mudah dimengerti.
Berdasarakan judulnya –Meraih Cinta Ilahi Melalui Taubat Nasuha--, maka buku ini berisi penjelasan tentang seluk-beluk taubat nasuha dan cara melakukannya secara detil dan komprehensif. Buku ini diharapkan dapat menjadi tuntunan bagi hamba Allah yang merasa telah berbuat dosa dan hendak bertaubat kepada Allah dengan memohon ampunan-Nya dan menjauhi (tidak mengulangi) perbuatan dosanya. Akhirnya, semoga buku ini bermanfaat bagi Anda yang ingin dekat dengan Allah Swt. lewat jalan taubat nasuha. Amin!

Untuk Siapa Kita Berpakaian?

|



Pakaian dan aurat ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Benarkan demikian? Ya, karena pakaian merupakan satu-satunya instrument (alat) yang digunakan manusia sejak zaman dahulu sebagai penutup tubuh (baca: aurat). Singkat kata, fungsi utama pakaian adalah sebagai pelindung (penutup) tubuh. Manusia menjadikan pakaian sebagai penutup tubuh bukan tanpa alasan. Adapun alasan yang utama dan paling penting (sebagaimana diperintahkan dalam agama) adalah menutup aurat, dimana tubuh manusia (terutama wanita) adalah aurat yang harus ditutup. Selain fungsi utama tersebut, pakaian juga berfungsi melindungi kulit tubuh dari cuaca panas (matahari) dan dingin. Oleh karena itu, sejak zaman dahulu kala pakaian sudah digunakan oleh manusia meskipun dalam bentuk yang berbeda, yakni dari pakaian primitif sampai pakaian yang paling modern saat ini.
Mengenai hal ini, Allah Swt. berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 26 tentang keutamaan pakaian sebagai penutup aurat.
Artinya: “Hai anak Adam (seluruh umat manusia), sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raf [7]; 26)
Harus Anda ketahui bahwasannya ayat tersebut berbicara tentang perintah menutup aurat bagi seluruh umat manusia, pria dan wanita. Dalam ayat tersebut, Anda juga dapat mengetahui bahwa pakaian adalah satu-satunya instrument yang paling sederhana dan praktis untuk menutup aurat. Allah Swt. menurunkan pakaian bukan untuk bergaya semata, melainkan agar umat manusia menutup auratnya, baik dihadapan manusia lain maupun dihadapan Allah ketika shalat.
Tentu saja, tidak semua pakaian dapat berfungsi sebagai penutup aurat. Inilah yang harus kita perhatikan mulai dari sekarang. Ada banyak model dan jenis pakaian yang kini dipakai oleh manusia modern. Bahkan, dari sekian model pakaian yang ada tersebut, beberapa model pakaian jelas-jelas tidak menutup aurat. Untuk pakaian semacam itu, ungkapan yang pantas adalah “berpakaian tapi telanjang”. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan ungkapan tersebut?
Saya yakin Anda sekalian sudah sering melihat seseorang berpakaian tapi telanjang. Tanpa kita sadari, ternyata pakaian yang semacam itu hanya mengundang hasrat negative bagi orang yang melihatnya. Ya, dialah orang yang berpakaian dengan model pakaian ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya. Selain ketat, bahan yang digunakan untuk membuat pakaian tersebut juga sangat tipis sehingga terlihat dengan samar warna kulit tubuhnya. Pakaian jenis inilah yang dimaksud dengan berpakaian tapi telanjang.
Jika ditarik dalam konteks agama (Islam), tentu saja pakaian semacam itu tidak dibolehkan dipakai oleh kaum muslim, terutama wanita muslimah. Mengapa? Sebab, pakaian semacam itu (ketat dan tipis) jelas-jelas tidak menutup aurat. Oleh karena itu, barangsiapa yang memakainya, maka ia telah melakukan perbuatan yang dilarang agama. Dan hukum memakai pakaian tersebut adalah haram.
Sebagai umat Islam, mungkin Anda sudah paham dan mengerti esensi atau hakikat dari kata Islam itu sendiri. Secara harfiah, Islam dapat diartikan sebagai pasrah atau berserah diri. Artinya, kita –sebagai hamba Allah Swt.—menyerahkan diri kita seutuhnya hanya kepada Allah Swt. Kita hanya tunduk dan pasrah kepada-Nya. Itulah mengapa ketika seseorang hendak memeluk Islam, maka hal pertama dan utama yang harus dilakukan adalah bersyahadat (mengucapkan dua kalimat syahadat). Bersyahadat tidak hanya cukup di lisan saja, tetapi juga harus dibarengi dengan pengakuan hati dan perbuatan. Ketika lisan dan hati kita sudah mengakui bahwa hanya Allah lah yang patut disembah, tidak ada tuhan selain Allah, dan juga mengakui bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah utusan-Nya, maka pengakuan tersebut akan termanifestasi ke dalam perbuatan yakni dalam bentuk ibadah kita kepada Allah Swt.
Salah satu bentuk manifestasi syahadat kita dalam tindakan konkret adalah dengan senantiasa menegakkan shalat. Ya, shalat merupakan ibadah yang diwajibkan kepada setiap umat islam. Kewajiban menegakkan shalat tidak hanya terbatas pada kalangan atau usia tertentu, melainkan semua orang –bahkan mulai dari anak yang sudah baligh atau menginjak usia tujuh tahun—wajib menjalankan perintah Allah ini. Karena dengan shalat, seorang hamba dapat menghadap Tuhannya. Dengan demikian, shalat merupakan suatu bentuk ibadah yang dapat membawa kita berdiri di hadapan Allah Swt.
Ketika kita berdiri menghadap Allah, Tuhan sang Pencipta, maka sudah barang tentu kita harus sopan. Sopan tidak hanya dari segi tingkah laku, tetapi juga dari segi pakaian. Ya, pakaian yang kita gunakan untuk menghadap Allah (shalat) hendaklah sopan dan menutup aurat secara sempurna. Di sinilah letak pentingnya pakaian dalam menutup aurat ketika shalat.
Namun sayangnya, seiring begitu cepatnya budaya asing (seperti film, musik, mode berpakaian, mode rambut, gaya hidup atau life style, dan lain-lain) yang berkembang di era modern ini, ternyata telah banyak mempengaruhi tata pakaian (busana) kaum muslimin saat ini, terutama remaja muslim. Etika berpakaian pun tidak dihiraukan lagi. Padahal, sebagaimana dijelaskan di atas, fungsi utama dari pakaian itu sendiri adalah menutup aurat. Banyak remaja yang berbusana tidak sesuai dengan waktu dan tempat.
Kedudukan berpakaian  dalam Islam  sangat prinsipil. Mengapa demikian? Karena, berpakaian merupakan syarat yang harus terpenuhi sebelum melaksanakan Ibadah, terutama Ibadah Shalat.  Berpakaian bukan sekedar berpakaian karena syaratnya harus menutup aurat. Dengan demikian, esensi pakaian diciptakan Allah Swt. adalah untuk menutup aurat sekaligus perhiasan (bagi wanita, perhiasan merupakan sesuatu yang tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain yang bukan mahramnya).
Di dalam Al-Qur’an, pakaian yang mesti dikenakan oleh seorang wanita shalehah telah atur sedemikian rupa oleh Allah Swt. Tentang hal ini, Allah Swt. berfirman;
Artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur [24]; 31)
Selain beberapa ayat lain yang berbicara tentang pakaian wanita shalehah, ayat di atas sudah menjelaskan dengan sangat jelas bagaimana seharusnya seorang wanita shalehah berpakaian. Dalam ayat lain, Allah Swt. berfirman;
Artinya: “Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab [33]; 59)
Dengan demikian, sudah jelas sekali bahwa kita tidak boleh asal-asalan dalam berpakaian, apalagi ketika akan menunaikan ibadah shalat. Pakaian, sekali lagi, sangat penting untuk diperhatikan. Jika kita hendak shalat, maka jangan sampai pakaian yang kita kenakan keluar dari ketentuan atau aturan yang telah dijelaskan Allah Swt. dalam ayat-ayat di atas. Tentu saja, hal ini tidak hanya berlaku bagi kaum wanita saja, tetapi juga kaum laki-laki.
Allah Swt. berfirman;
ûArtinya: “Hai anak Adam[1], Sesungguhnya kami Telah menurunkan kepadamu Pakaian untuk menutup auratmu dan Pakaian indah untuk perhiasan. dan Pakaian takwa itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raf [7]; 26)
Itulah beberapa ayat dalam al-Qur’an yang menjelaskan tentang urgensi atau peran penting pakaian dalam shalat. Selain tiga ayat tersebut, sebenarnya masih banyak ayat-ayat lain yang pada hakikatnya menjelaskan hal serupa. Dalam ayat tersebut, paling tidak ada dua hal penting yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita tentang syarat pakaian yang sebenarnya, yakni: 1) pakaian harus menutup aurat dan 2) pakaian sebagai perhiasan (baik/menarik). Banyak yang memilih pakaian hanya karena menarik saja menurut dirinya dan melupakan syarat apakah menutup aurat atau tidak. Tentang syarat menutup aurat telah dijelaskan oleh para ulama kita. Namun perlu kita pahami bahwa menutup aurat berbeda dengan membungkus aurat.   Jadi, syarat berpakaian adalah menutup aurat baru perhiasan, bukan sebaliknya.  Artinya, Berpakaian menjadi perhiasan setelah memenuhi syarat menutup aurat.
Namun sayangnya, fakta di lapangan menunjukkan bukti lain. Masih banyak ditemukan saudara-saudari kita berpakaian, namun menurut Allah dan Rasul-Nya masih  belum berpakaian (berpakaian tapi telanjang). Banyak diantara kita dalam memilih pakaian tidak memperhatikan syarat-syarat pakaian yang sebenarnya. Kebanyakan mereka memilih pakaian berdasarkan keindahan saat dipandang, meskipun sangat bertentangan dengan aturan menutup aurat (syariat Islam). Untuk itu, adalah tugas kita bersama untuk menyadarkan mereka akan pentingnya pakaian yang menutup aurat, baik saat berada di depan public maupun ketika menghadap Allah Swt.
Fakta lain juga membuktikan bahwa banyak sekali kaum muslim yang mengenakan pakaian untuk acara di luar shalat lebih baik bahkan jauh lebih baik dari pada pakaian saat melaksanakan shalat. Mari kita lihat, begitu banyaknya saudara kita berpakaian kaos saat shalat, yang jika ruku/sujud kelihatan sebagian badannya (pinggang belakang) karena bajunya tertarik naik. Dan saat mereka ingin bertemu dengan para pejabat atau acara-acara lain kemungkinan pakain kaos untuk shalat ini tidak akan digunakan, namun mereka memakai pakaian yang terbaik.  Bukankah Allah Swt. memerintahkan menggunakan pakaian yang terbaik saat ingin mendirikan shalat, namun mengapa kita melakukan yang sebaliknya? 
Maka, patut dipertanyakan kembali tujuan berpakaian kita. Untuk siapa sebenarnya kita berpakaian? Apakah untuk Allah atau untuk hamba Allah (pejabat)? Tentu saja, jawaban  dari pertanyaan-pertanyaan ini ada di dalam diri kita sendiri.
Terkait dengan hal ini, di dalam buku ini saya menyajikan empat belas kesalahan berpakaian dalam shalat yang sering terjadi. Adapun keempat belas kesalahan berpakaian tersebut, yakni:
Kesalahan 1        : Shalat Memakai Pakaian (Celana) Ketat
Kesalahan 2        : Shalat Dengan Pakaian Tipis atau Transparan dan Asal-Asalan
Kesalahan 3        : Shalat Dengan Menyingsingkan (Melipat) Lengan Baju
Kesalahan 4        : Shalat Dengan Kedua Bahu Terbuka
Kesalahan 5        : Shalat Memakai Pakaian Bergambar
Kesalahan 6        : Shalat Dengan Aurat Terbuka
Kesalahan 7        : Isbal Bagi Laki-Laki
Kesalahan 8        : Shalat Tanpa Mengenakan Penutup Kepala
Kesalahan 9        : Menyambung Rambut dan Pakaian Serta Menjalin Kepala
Kesalahan 10      : Shalat Memakai Pakaian (Dari Hasil) Yang Haram
Kesalahan 11      : Shalat Dengan Mengurai Pakaian
Kesalahan 12      : Shalat Mengenakan Pakaian dari Sutra Bagi Laki-Laki
Kesalahan 13      : Shalat Dengan Memakai Pakaian yang dicelup Mu’ashfar
Kesalahan 14      : Shalat Dengan Pakaian Yang Najis
Itulah empat belas kesalahan berpakaian dalam shalat yang hingga saat ini dapat kita jumpai di dalam masyarakat. Atau bahkan, salah satu di antara kita mungkin ada yang masih melakukannya. Untuk mereka yang masih menyepelekan masalah berpakaian dalam shalat, terlebih lagi yang cara berpakaiannya tergolong salah satu dari empat belas kesalahan tersebut, maka sebaiknya mulai mengubah tata busananya dalam shalat, sehingga shalat kita diterima oleh Allah Swt.
Harus Anda ketahui, ternyata kesalahan berpakaian dapat menyebabkan atau menghalangi ditermanya shalat kita. Ya, jika pakaian yang kita kenakan dalam shalat tidak sesuai dengan kaidah syaraiat atau tidak menutup aurat sebagaimana diperntahkan syariat, maka hal tersebut dapat membatalkan shalat kita atau shalat kita dianggap tidak sah. Benarkah demikian? Jawabannya –hukum mengenai kesalahan-kesalahan berpakaian dalam shalat-- dapat Anda temukan pada setiap kesalahan yang disajikan dalam buku ini. Oleh karena itu, buku ini penting untuk Anda baca hingga tuntas untuk mengetahui tata busana yang salah dalam shalat, sehingga Anda pun bisa mengantisipasi atau menghindarinya.
Akhirnya, semoga kehadiran buku ini dapat bermanfaat bagi Anda dan dapat memberikan wawasan serta pengetahun baru seputar pakaian dalam shalat. Amin!




[1] Yang dimaksud dengan anak adam dalam ayat tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an terjemahan adalah seluruh umat manusia. Sebab, seluruh manusia adalah anak cucu Nabi Adam as.

Mengasah Minat Baca Anak Sejak Dalam Kandungan, Bisakah?

|


Orang tua mana yang tidak ingin anaknya pintar dan cerdas? Orang tua mana yang tidak ingin anaknya gemar membaca buku? Namun masalahnya, bagaimana caranya agar anak-anak tersebut bisa rajin membaca? Inilah yang menjadi titik persoalan yang banyak dihadapi oleh orang tua. Mungkin, Anda sebagai orang tua juga mengalami hal yang sama, yakni sulit untuk mengajak anak Anda rajin membaca.
Di era yang semakin maju ini, gempuran teknologi yang semakin canggih justru banyak berdampak negative bagi perkembangan belajar anak. Artinya, teknologi-teknologi modern yang diciptakan seperti video game, TV, atau yang lainnya, hanya membuat anak-anak malas untuk belajar. Mereka lebih suka berman game daripada membaca buku. Ya, ini adalah fakta yang marak terjadi akhir-akhir ini. Meskipun ada sebagian anak yang menjadikan teknologi sebagai alat (media) untuk berkreativitas, namun itu sangat jarang sekali. Bahkan, anak-anak seperti itu bisa dihitung dengan jari, mungkin satu atau dua orang saja di seluruh Indonesia, selebihnya hanya bergame.
Nah, melihat fenomena semacam itu, adalah kewajiban dan tugas orang tua untuk menyadarkan anak-anaknya agar lebih rajin belajar (membaca) daripada bermain game. Tahukah Anda bahwa kegemaran membaca sebenarnya tergantung pada kebiasaan sejak kecil. Artinya, jika sejak kecil Anda sudah membiasakan mengajak anak membaca, maka sampai dewasa pun anak Anda akan tetap gemar membaca. Bahkan, untuk mengasah minat baca anak ini bisa dilakukan sejak masih dalam kandungan. Jadi, kunci sukses agar anak Anda gemar atau hobi membaca buku berada di tangan Anda (orang tua) sendiri.
Tahukah Anda siapa penemu bola lampu? Saya yakin Anda semua sudah tahu tentang ketenaran dan kejeniusan sosok yang satu ini. Ya, dialah si jenius Edison. Nama lengkapnya, Thomas Alva Edison, (lahir di Milan, Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847 dan meninggal 18 Oktober 1931 pada umur 84 tahun). Ia adalah penemu dan pengusaha yang mengembangkan banyak peralatan penting. Namun, tahukah Anda bagaimana ia bisa menjadi tokoh tenar dunia, yang namanya diabadikan sampai detik ini?
Mungkin kisah Edison ini akan menginspirasi Anda --para orang tua--, khususnya para ibu, yang ingin memiliki anak cerdas dan jenius. Sejarah mencatat, pada masa kecilnya, Edison hanya bersekolah di sekolah yang resmi selama tiga tahun saja. Itu artinya, ia tidak tamat SD. Karena ia selalu mendapatkan nilai buruk di sekolahnya, maka ibunya memberhentikannya dari sekolah. Kemudian, semua pendidikannya diperoleh dari ibunya yang mengajarnya di rumah. Ibu Edison mengajarkan Edison cara membaca, menulis, dan matematika. Dia juga sering memberi dan membacakan buku-buku bagi Edison. Buku-buku yang sering dibacanya, antara lain adalah buku-buku yang berasal dari penulis seperti Edward Gibbon, William Shakespeare, dan Charles Dickens.
Dengan demikian, Edison memperoleh pendidikan formal hanya tiga tahun, sesudah itu ia keluar dari sekolah karena si guru menganggapnya sebagai anak dungu luar biasa. Ia menghabiskan hari-harinya di rumah. Belajar, melakukan penelitian dan percobaan, dan lain-lain. Berkat dukungan gigih dan motivasi kuat yang diberikan oleh ibunya, ia akhirnya berhasil menjadi anak yang cerdas dan cemerlang. Ia bahkan termasuk dalam seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah versi Miachael H. Hart. Ibunya selalu mendorong (memberikan motivasi) agar ia mempelajari pelajaran yang disukainya. Semenjak keluar dari sekolah, ibunya menyisihkan sebagian dari uang belanjanya untuk membeli buku-buku pelajaran untuk Edison. Dengan buku-buku itu, ibunya berharap agar Edison dapat gigih belajar dan menjadi orang “besar”.
Itulah cerita singkat kehidupan Edison, si penemu Bola Lampu, yang menggemparkan dunia. Satu hikmah yang dapat dipetik dari kisah hidup Edison, yakni keberhasilan seorang anak sangat bergantung pada dorongan dan motivasi orang tuanya (dalam konteks Edison adalah ibunya). Untuk itu, Anda harus mulai memperhatikan anak Anda dan mengajaknya untuk rajin membaca. Dan tahukah Anda, kegemaran membaca Edison tak lain berkat dorongan dan motivasi sang ibu. Maka dari itu, bagi Anda –para orang tua—hendaknya mendorong dan memotivasi anak-anak sejak dini agar mereka gemar membaca.
Membaca merupakan suatu aktivitas yang sangat penting dalam hidup ini. Penting? Karena dengan membaca kita bisa memperoleh berbagai manfaat, seperti; menambah wawasan, informasi, dan pengetahuan; mencerdaskan intelektual, spiritual, dan emosional; dan manfaat-manfaat lainnya. Singkatnya, membaca akan menjadikan kita pintar. Sebut saja; Albert Einstein, Isaac Newton, Thomas Edison, dan para tokoh dunia lain; mereka menjadi orang hebat karena rajin membaca sejak kecil. Untuk itu, benar jika pepatah mengatakan, “Buku adalah jendela dunia” dan “Membaca adalah kunci membuka jendela tersebut”.
Jika Anda adalah seorang yang memiliki hobi membaca, atau jika Anda termasuk orang yang gemar membaca, pasti Anda setuju dengan anggapan bahwa membaca itu sangat menyenangkan. Membaca memiliki sisi lain yang unik, yaitu dapat menghilangkan stress dan penat setelah seharian bekerja. Ya, inilah manfaat lain dari membaca. Namun sayangnya, jika kita membandingkan antara orang yang gemar membaca dengan yang tidak, maka tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak orang yang enggan atau malas membaca. Kenapa mereka malas membaca? Salah satu jawabannya adalah karena mereka tidak terbiasa membaca sejak kecil sehingga mereka malas membaca.
Mungkin Anda, para orang tua, sangat ingin sekali melihat anak-anak Anda gemar membaca. Namun sayangnya, banyak anak-anak masa kini yang lebih memilih bermain video game atau menonton tv daripada membaca buku. Hal itu tak lain merupakan imbas dari pesatnya arus modernisasi yang masuk ke negeri ini.  Apakah anak Anda termasuk salah satu dari mereka? Jika benar, maka ada baiknya Anda mulai mengarahkan mereka kepada aktivitas yang mendidik, seperti bermain game yang mendidik, menonton acara yang mendidik, dan lain-lain.
Selain itu, Anda juga bisa mempersiapkan anak gemar membaca sedini mungkin, bahkan ketika masih berada di dalam kandungan. Benarkah minat baca anak bisa diasah sejak dalam kandungan? Ya, Anda bisa mengasah meninat baca anak Anda sejak Anda masih mengandungnya. Minat baca merupakan salah satu kecerdasan yang dimiliki oleh setiap manusia, termasuk anak kecil yang masih berada di dalam kandungan. Kecerdasan manusia itu, yang salah satunya adalah kecerdasan linguistic atau bahasa, dapat diasah ketika masih berada dalam kandungan. Percaya atau tidak? Silahkan Anda buktikan sendiri.
Oleh karena itu, Anda sebagai orang tua harus menamamkan minat baca pada anak semenjak dini karena ketertarikan terhadap membaca bukanlah suatu hal yang dapat tumbuh seketika, melainkan merupakan proses yang membutuhkan waktu dan latihan yang kontinyu (terus menerus) karenanya  minat baca seharusnya ditumbuhkan sejak anak masih kecil. Bahkan, sebenarnya, minat baca dapat dipupuk mulai sang anak masih di dalam kandungan. Banyak ibu yang ‘mengajak’ janinnya membaca dengan membacakan cerita apa saja. Bahkan, kegiatan ini merupakan hal terbaik yang dapat diberikan orangtua kepada anak. Ungkapan ini tidak berlebihan, karena 90 persen kualitas otak anak dipengaruhi saat anak berusia nol sampai 3 tahun, sehingga periode ini disebut dengan periode emas (golden ages).
Perlu Anda ketahui, masa Golden Ages anak merupakan periode penting dalam masa tumbuh kembangnya. Golden ages adalah masa balita sampai masa usia anak di bawah lima tahun. Masa-masa ini merupakan landasan penting perkembangan anak pada usia berikutnya. Jadi tunggu apa lagi? Mari kita berikan input positif pada anak dengan membaca, mendengarkan lagu, dan lainnya. Sungguh ini merupakan investasi high return untuk anak kita
Selama ini, kebanyakan orang tua berpikir bahwa pendidikan anak dimulai ketika mereka masuk sekolah setidaknya pada saat anak mereka masuk play group dan taman kanak-kanak. Namun, fakta menunjutkan bahwa sesaat setelah bayi lahir, otak bayi mulai berfungsi penuh dan siap menyerap semua informasi untuk digunakan kemudian oleh bayi tersebut. Untuk itu, mulailah proses pengajaran sejak kelahiran. Buanglah pemikiran bahwa pengajaran dan pendidikan hanya bisa dilakukan oleh guru di sekolah atau mereka yang ahli dalam bidang pendidikan formal. Penelitian yang mendalam tentang hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan dan keahlian seorang anak dalam menyelesaikan suatu tugas dan pekerjaan, seperti belajar berbicara dan belajar membaca, bergantung pada banyaknya interaksi awal secara alamiah antara bayi dan orang tuanya, serta kemampuan orang tua untuk membantunya mulai belajar secara mandiri.
Sebagaimana kisah Edison di atas, orang tua berperan aktif dalam membantu anak yang masih kecil untuk menguasai kemampuan membaca agar terhindar dari masalah di kemudian hari. Hal ini bisa dimulai dengan cara sederhana dan membuatnya sebagai bagian dari rutinitas dalam kehidupan seorang anak. Dengan demikian, ia dapat menguasai kemampuan membaca bahkan sebelum memasuki sekolah. Bagaimana cara mengajar anak sejak dini?
Mulailah dengan menunjukkan satu atau dua huruf yang berwarna cerah. Perangkat seperti ini banyak tersedia di toko mainan anak. Gunakan huruf-huruf ini sebagai mainan bagi sang bayi, namun Anda dapat sedikit menekankan kepada sang bayi dengan menyebutkan nama huruf tersebut kepadanya setiap kali ia mengamati huruf tersebut. Tambahlah satu huruf secara per lahan seiring pertumbuhannya. Lambat-laun, ia akan mulai dapat mengidentifikasi banyak huruf meski belum mampu mengucapkannya.
Nah, itulah gambaran umum yang bisa Anda lakukan dalam mengajar anak membaca sejak dini. Selain cara tersebut, ada banyak cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengasah minat baca anak Anda sejak dalam kandungan sampai usia prasekolah. Cara-cara tersebut akan saya ulas lebih detail dan komprehensif dalam buku ini. Untuk itu, buku ini memuat tentang tips-tips praktis atau cara-cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengasah minat baca anak Anda sejak masih dalam kandungan sampai usia prasekolah. Apa saja cara-cara itu?
Paling tidak ada sekitar 13 tips praktis untuk mengasah minat baca anak sejak dalam kandungan hingga usia prasekolah yang disajikan dalam buku ini. Secara singkat, tips-tips yang dimaksud adalah;
1)      Rutin Memperdengarkan Musik Ketika si Buah Hati dalam Kandungan
2)      Membacakan Dongeng atau Buku Cerita pada Janin
3)      Memberikan Suplemen Otak yang cukup untuk Janin
4)      Membacakan Buku Sejak Anak Lahir
5)      Mendorong Anak Bercerita tentang apa yang telah didengar atau dibacanya
6)      Mengajak Anak ke Toko Buku/Perpustakaan
7)      Membelikan Buku yang Menarik Minat Anak
8)      Menyisihkan Uang Untuk Membeli Buku
9)      Menonton Filmnya dan Beli Bukunya
10)  Menciptakan Perpustakaan Keluarga
11)  Jauhkan Anak dari “Momok” Penyebab Malas (TV atau Playstation)
12)  Memberi Hadiah (reward) Kepada Anak
13)  Jadikan Kegiatan Membaca Sebagai Kebiasaan Setiap Hari
Itulah 13 cara sederhana untuk menumbuhkan minat baca buku anak sedini mungkin, yakni sejak dalam kandungan hingga mencapai usia prasekolah. Semua cara-cara tersebut akan dikupas secara detil dan komprehensif dalam buku ini. Untuk itu, bisa dikatakan bahwa buku ini merupakan panduan bagi Anda (orang tua) dalam mengasah minat baca anak sejak dini.
Akhirnya, semoga buku ini bermanfaat dan dapat menjadikan anak Anda gemar membaca. Amin!


Koreksi Shalat Hajat Anda

|

Seandainya Anda ditanya, tahukah Anda apa itu shalat hajat? Saya yakin Anda (mayoritas/kebanyakan) akan menjawab “Ya”. Atau bahkan, banyak di antara Anda yang termasuk pelaku shalat hajat. Ya, banyak orang melakukan shalat hajat dengan tujuan agar hajat atau cita-citanya segera tercapai. Lewat shalat inilah, mereka berdoa kepada Allah Swt. agar mengabulkan hajatnya.
Secara sederhana, shalat hajat adalah shalat sunnah yang dikerjakan apabila kita memiliki suatu hajat tertentu, dimana dengan melaksanakan shalat ini kita berharap hajat tersebut dapat tercapai atau dikabulkan oleh Allah Swt. dalam waktu singkat. Inilah definisi sederhana yang sudah (mungkin) dipahami oleh mayoritas umat islam.
Faktanya, tidak ada orang di dunia ini yang tidak memiliki hajat. Yang dimaksud hajat di sini adalah sebuah keinginan, cita-cita, impian, tujuan, atau sesuatu yang ingin diraih. Setiap orang, hampir dari semua kalangan –dari berbagai status social dan ekonomi—pasti memiliki hajat. Namun demikian, hajat dari masing-masing orang berbeda satu sama lain. Selain objek hajat –jika saya boleh mengatakan demikian—yang berbeda, perbedaan lainnya juga terletak pada tercapai atau tidaknya hajat tersebut. Itu artinya, tidak semua orang hajatnya tercapai (dikabulkan) sebagaimana yang diinginkan.
Suatu contoh misalnya; si A memiliki hajat ingin mempunyai sebuah mobil mewah dan si B memiliki hajat ingin segera mendapatkan jodoh. Nah, dari keduanya tersebut, bisa jadi semua hajat si A dan si B tercapai, atau bisa jadi hanya salah satunya yang tercapai, dan bisa jadi pula keduanya tidak tercapai. Mengapa demikian? Karena ada berbagai factor yang mempengaruhi tercapai atau tidaknya hajat seseorang. Salah satu factor tersebut adalah rutin melaksanakan shalat hajat dengan hati yang iklas. Jika si A rajin melakukan shalat hajat –tentu selain mengandalkan shalat hajat juga berusaha keras mencari rezeki untuk bisa membeli mobil--, niscaya hajatnya akan tercapai. Begitu pula sebaliknya. Jadi, intinya, shalat hajat memiliki peranan yang sangat penting dalam tercapai (terkabul)nya hajat seseorang.
Benarkah dengan menunaikan shalat hajat kita dapat mewujudkan hajat kita?
Mungkin inilah pertanyaan krusial yang pasti ada dibenak setiap orang, termasuk Anda barang kali. Bagi Anda yang masih ragu dengan keajaiban shalat hajat, saya nyatakan dengan tegas bahwa shalat hajat merupakan shalat sunnah yang harus dilakukan apabila Anda ingin hajat Anda segera tercapai. Hal ini sebagaimana Sabda Rasulullah Saw. yang artinya: Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR Ahmad)
Hadits ini menjelaskan bahwa shalat hajat merupakan jalan untuk mewujudkan cita-cita. Lewat shalat hajat, kita dapat meminta pertolongan kepada Allah Swt. agar Dia mengabulkan cita-cita kita. Nah, bukankah sudah jelas sekali dalam hadits tersebut bahwa shalat hajat merupakan jalan tercapainya semua cita-cita kita.
Bukti lainnya tentang kedahsyatan shalat hajat seperti kisah yang diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi)
Itulah bukti bahwa dengan melakukan shalat hajat, maka semua keinginan (hajat) kita akan tercapai. Tentu saja, shalat hajat harus dilakukan dengan benar, ikhlas, tulus, dan penuh khidmat. Selain kisah tersebut, ada banyak sekali kisah-kisah inspiratif lain yang membuktikan bahwa dengan melakukan shalat hajat maka hajat kita akan tercapai. Berikut ini saya kutipkan beberapa kisah lain yang dapat meyakinkan Anda bahwa shalat hajat adalah shalat keajaiban.
1.                      Dalam kitab Mu’jamu ash-Shoghir wal Kabiir, Imam Thabrani menceritakan sebagai berikut: “Ada seorang laki-laki memiliki kebutuhan (hajat), kemudian ia memintanya kepada Amirulmukminin Utsman bin Afan, tetapi Utsam bin Afan tidak memberikan apa yang dimintanya. Kemudian ia bertemu seseorang, yaitu Utsman bin Hunaif. Lalu ia mengadukan permasalannya kepadanya. Akhirnya, Utsman bin Hunaif menyuruhnya untuk melaksanakan shalat hajat, sebagaimana yang telah diajarkan –tata caranya-- dalam hadits. Kemudian, ia pun mengerjakannya. Setelah itu, ia pun datang kembali menemui Utsam bin Afan. Tidak disangka, Utsam bin Afan memuliakannya dan mengabulkan permintaan laki-laki tersebut. Dengan kejadian itu, ia pun menemui Utman bin Hunaif (yang telah mengajarkannya shalat hajat) dan mengucapkan terima kasih kepadanya.
2.                      Riwayat lainnya berkisah sebagai berikut: “Di kuffah ada seorang kuli barang yang terkenal. Orang-orang selalu mempercayainya. Karena sifatnya yang jujur dan terpercaya,  sehingga para pedagang banyak menitipkan barang atau uang kepadanya. Ketika ia sedang dalam perjalanan, ia bertemu dengan seorang laki-laki. Laki-laki itu bertanya, “Engkau mau kemana?” Kuli itu menjawab, “Akau akan ke kota....” Laki-laki itu berkata, “Aku juga akan ke sana. Aku dapat berjalan kaki bersamamu, atau bagaimana jika aku menumpang keledaimu dengan bayaran satu dinar?” Kuli itu pun setuju. Ketika sampai di persimpangan jalan, laki-laki itu bertanya, “Jalan manakah yang akan engkau lalui?”  “Jalan besar yang umum ini,” jawab kuli itu. Penumpang itu berkata, “Jalan yang satu ini lebih dekat dan lebih mudah bagi makanan binatang karena banyak rumput di sana.” Kuli itu menyahut, “Aku belum pernah melewati jalan ini.” “Aku sering melewatinya,” sahut penumpang itu. “Baiklah, jika begitu,” jawab kuli itu. Mereka pun melalui jalan itu. Beberapa lama kemudian, mereka tiba di sebuah hutan seram yang banyak terkapar mayat manusia. Tiba-tiba, penumpang tadi melompat dari keledai yang dinaikinya dan langsung mengeluarkan pedang dari balik punggungnya dengan niat membunuh kuli tadi. “Jangan!” teriak kuli itu “Ambillah keledai beserta semua barangnya, tetapi jangan bunuh aku.” Penumpang itu tidak memedulikan tawaran tersebut, bahkan ia bersumpah akan membunuhnya, kemudian mengambil semua barangnya. Kuli tersebut merasa cemas, namun si penumpang tidak memdulikannya sama sekali. Akhirnya, kuli itu pun berkata, “Baiklah, izinkan aku shalat dua rakaat untuk terakhir kalinya.” Sambil tertawa, penumpang tadi mengabulkan permintaan kuli itu dengan mengatakan, “Silakan, cepatlah shalat! Mereka yang mati ini pun telah meminta hal yang sama sebelum mati, tetapi shalat mereka ternyata tidak menolong mereka sedikit pun.” Kuli itu pun segera melaksanakan shalat. Akan tetapi, setelah membaca surah Al-Fatihah, ia tidak dapat mengingat satu surah pun –untuk dibacanya--. Sementara itu, orang zalim itu (penumpang) menunggu sambil terus berteriak, “Cepat, selesaikan shalatmu!” Tanpa sengaja, sambil menangis, terbaca oleh lidah si kuli itu ayat yang berbunyi: “Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan ....”  (QS An-Naml [27]: 62). Setelah membaca ayat tersebut, tiba-tiba, muncullah seorang penunggang kuda bertopi gemerlapan dari besi. Ia datang dan menikam orang zalim tadi hingga mati. Di tempat orang zalim itu mati, keluarlah nyala api. Kuli itu langsung bersujud syukur ke hadirat Allah Swt. Lalu, ia lari ke penunggang kuda tadi dan bertanya, “Siapakah engkau dan bagaimanakah engakau datang?” Ia menjawab, “Aku adalah hamba dari ayat yang engkau baca tadi. Sekarang, engkau aman dan dapat pergi ke mana pun sesukamu.” Setelah berkata demikian, orang itu pun menghilang.
3.                      Kisah orang yang matanya disembuhkan kembali seperti sedia kala. Begini ceritanya: “Dari Utsman bin Hunaif bahwa ada seorang yang buta matanya menemui Nabi, lalu ia mengatakan, “Sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku.” Maka Nabi? bersabda, “Pergilah, lalu berwudhu, kemudian shalatlah dua rakaat. Setelah itu, berdoalah (dengan mengucapkan): ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA, WA ATAWAJAHU ILAIKA BINABIYYI MUHAMMADIN NABIYIR ROHMATI, YAA MUHAMMAD INNI ASTASYFA’U BIKA ‘ALA ROBBI, FII RODDI BASHORI (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, dan aku menghadap kepada-Mu atas [perintah] Nabiku, Muhammad sebagai Nabi rahmat, wahai Muhammad, sesungguhnya saya meminta syafa’at kepada Tuhan-ku dengan dirimu agar Dia mengembalikan penglihatanku).” Utsman bin Hunaif berkata, “Dalam waktu yang singkat, laki-laki itu terlihat kembali seperti ia tidak pernah buta matanya.” Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Jika kamu memiliki kebutuhan, maka lakukanlah seperti itu (shalat Hajat).” (HR Tirmidzi)
Demikianlah beberapa kisah keajaiban shalat hajat. Setelah mengetahui kisah-kisah tersebut, tentu kita semakin yakin bahwa pertolongan Allah Swt. akan datang sebelum kita mengerdipkan mata. Mengapa? Karena Allah Swt. itu sangat dekat dengan kita. Maka dari itu, barangsiapa yang memohon kepada-Nya dengan menunaikan shalat hajat, maka seketika itu juga Allah Swt. akan mengabulkannya. Itu terbukti pada empat kisah di atas. Nah, masihkah Anda belum yakin dengan keistimewaan shalat hajat? Atau, masihkah Anda ragu dengan keajaiban shalat hajat?
Saudaraku sekalian yang dimuliakan Allah.
Harus Anda ketahui, shalat hajat itu memang dikhususkan bagi mereka yang memiliki hajat tertentu, atau harapan-harapan yang bersifat sangat penting. Untuk mereka itulah, shalat hajat sangat dianjurkan. Sebaliknya, orang yang tidak mempunyai hajat tertentu atau harapan-harapan yang sangat penting, maka ia tidak dianjurkan untuk menunaikannya. Hajat tertentu ini pun ada batasannya. Seperti yang saya sebutkan di atas, tidak semua hajat bisa diwujudkan dengan shalat hajat. Contoh misalnya; hajat ingin hidup kaya, hajat untuk hidup terpuji, hajat untuk menentukan pilihan secara tepat dan lain sebagainya. Nah, menurut Suyadi, hajat-hajat yang demikian itu tidak bisa ditempuh atau diwujudkan dengan shalat hajat. Mengapa demikian? Karena, Allah Swt berserta Rasul-Nya telah memberi jalan atau shalat tersendiri untuk hajat-hajat yang demikian, seperti shalat dhuha, shalat tahajjud, dan lain-lain.
Lalu, hajat seperti apa kira-kira yang dapat diwujudkan dengan shalat hajat?
Ada banyak sekali hajat yang dapat diwujudkan dengan shalat hajat, antara lain misalnya; hajat ingin naik kelas, ingin naik pangkat, ingin mampu membeli rumah, ingin mendapatkan pekerjaan, ingin sembuh dari penyakit, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebutkan satu per satu di sini. Nah, hajat-hajat semacam itulah yang dianjurkan Allah untuk diwujudkan dengan mendirikan shalat hajat.
Pertanyaan terakhir, bagaimana jika hajat tersebut tak kunjung tercapai meski Anda telah melakukan shalat hajat sebagaimana yang dianjurkan tersebut?
Pertanyaan inilah yang menjadi inti permasalahan buku ini.
Saudaraku sekalian yang dimuliakan Allah.
Jika Anda termasuk salah satu dari mereka, yakni telah menunaikan shalat hajat tapi belum juga terkabul, maka Anda perlu mengintrospeksi shalat Anda. Mengapa demikian? Sebab, tidak tercapainya hajat (doa) Anda bisa jadi disebabkan oleh kesalahan-kesalahan yang tanpa disadari Anda lakukan dalam shalat hajat. Ada banyak sekali kesalahan dalam shalat hajat yang dapat membuat hajat Anda tidak kunjung tercapai. Apa saja kesalahan-kesalahan itu? Untuk mengetahui secara detail dan komprehensif tentang kesalahan-kesalahan dalam shalat hajat –yang mungkin tanpa disadari telah Anda lakukan—tersebut, maka Anda harus membaca buku ini sampai tuntas.
Pada prinsipnya, rukun dan syarat shalat atau gerakan shalat itu sama, baik shalat wajib maupun shalat sunnah hajat. Karena itu, di dalam buku ini, saya menyajikan sedikitnya tujuh kesalahan umum dalam shalat hajat yang dapat membuat hajat Anda tak kunjung tercapai. Kesemua kesalahan tersebut akan dibahas secara detail dan komprehensif pada bab terpisah. Adapun kesalahan-kesalahan yang dimaksud, adalah sebagai berikut:
Kesalahan 1        : Niat
Kesalahan 2        : Melaksanakan Shalat Hajat pada Waktu Tertentu yang Dilarang
Kesalahan 3        : Wudhu tidak Sempurna
Kesalahan 4        : Mengabaikan Rukun dan Syarat Shalat Hajat
Kesalahan 5        : Menegakkan Shalat Hajat Tanpa Dilandasi ke-Iklas-an
Kesalahan 6        : Tidak Khusyu dalam Melakukannya
Kesalahan 7        : Kurang Menjaga Aurat Ketika Shalat Hajat
Itulah tujuh kesalahan dalam shalat hajat yang disajikan buku ini. Jika boleh saya mengelompokkannya, kesalahan-kesalahan tersebut dapat dikelompokkna pada dua dimensi. Pertama, dimensi primer, yaitu kesalahan yang berkaitan langsung dengan shalat seperti niat, wudhu, gerakan shalat, doa shalat, rukun shalat, syarat shalat, dan lain-lain. Kedua, dimensi sekunder, yakni kesalahan-kesalahan yang berhubungan dengan tingkah laku atau kebiasaan, seperti kurang ikhlas, tidak khusyu, tidak menutup aurat, dan lain-lain.
Akhirnya, semoga setelah mengetahui tujuh kesalahan dalam shalat hajat tersebut, Anda mulai memperbaiki shalat hajat Anda sehingga hajat Anda pun dapat tercapai dengan segera. Amin!



Melestarikan Peninggalan Nenek Moyang

|

Diakui atau tidak, saat ini kita sedang berada pada sebuah zaman yang disebut-sebut sebagai “era modern”. Di era modern ini, banyak sekali perubahan yang telah terjadi di tengah-tengah masyarakat. Salah satu perubahan yang cukup signifikan adalah berubahnya gaya hidup (life style) dan paradigma masyarakat dari tradisional ke modern. Tidak hanya di segi fashion, tetapi juga di semua sector kehidupan; seperti budaya, seni, social, dan lain-lain. Ironisnya, arus modernisasi tidak hanya membawa perubahan positif, melainkan juga negatif.
Salah satu contoh dampak negative yang disebabkan oleh modernisasi ini –dalam bidang seni dan budaya misalnya—adalah ditinggalkannya kesenian dan kebudayaan tradisional oleh masyarakat. Ya, kini, banyak orang yang sudah meninggalkan kesenian tradisional bangsanya, dimana kesenian tradisional tersebut merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang suatu bangsa (bangsa Indonesia) yang sepatutnya dipertahankan dan dilestarikan. Namun faktanya sungguh mengejutkan, masyarakat modern seakan acuh (tidak peduli) terhadap warisan tersebut. Akibatnya, ada banyak kesenian maupun kebudayaan tradisional yang lenyap tanpa bekas. Sungguh ironis memang.
Kita tahu bahwa Indonesia merupakan bangsa multikulturalisme, dimana di dalamnya terdapat beragam budaya, seni, ras, suku, agama, dan bangsa. Kesemuanya hidup dalam satu kesatuan pluralisme di bawah naungan bendera NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dengan demikian, dapat kita ketahui bahwa ada beraneka macam kesenian dan kebudayaan asli Indonesia yang perlu dilestarikan. Namun sayangnya, saat ini aneka kesenian dan kebudayaan tradisional tersebut perlahan-lahan mulai punah karena sikap acuh masyarakat Indonesia yang lebih suka mengikuti tren (budaya) modern daripada mempertahankan budaya tradisional warisan nenek moyang.
Benarkah kesenian-kesenian tradisional tersebut terancam punah? Tentu saja benar. Hal ini tak lain adalah dampak negative dari arus modernisasi dan globalisasi yang mengubah paradigma masyarakat dari tradisional ke modern. Oleh karena itu, adalah tugas kita (sebagai generasi muda bangsa) untuk menjaga, mempertahankan, dan melestarikan kesenian-kesenian tradisional dari ancaman kepunahan.
Lantas, apa saja kesenian-kesenian tradisional bangsa Indonesia yang perlu untuk dilestarikan dan dipertahankan layaknya sangsaka merah putih? Perlu Anda ketahui, pada sejatinya ada banyak sekali kesenian tradisional yang patut untuk dilestarikan agar tidak punah. Salah satu kesenian tradisional tersebut dan merupakan topic pembahasan kita dalam buku ini adalah kesenian tradisional wayang. Wayang? Ya, pasti kita semua –paling tidak—pernah mendengar atau bahkan salah satu dari kita termasuk pecinta dari kesenian ini. Diakui atau tidak, ditengah terpaan arus modernisasi yang begitu kuat, kesenian tradisional wayang terbukti mampu bertahan dan eksis meskipun tidak seperti dulu.
Pagelaran Wayang! Pastinya, pertunjukan seni budaya yang satu ini sudah tidak asing lagi dan bukan pula merupakan hal baru lagi bagi kita (masyarakat Indonesia). Ya, wayang merupakan seni budaya asli bangsa Indonesia yang telah mengakar kuat dalam kehidupan mitologi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Wayang merupakan salah satu karya seni asli Indonesia yang sampai detik ini masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Hal itu terbukti dari perkembangan dan eksistensi wayang dari waktu ke waktu (mengikuti perkembangan zaman).
Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum aga Hindu masuk ke pulau Jawa. Meskipun cerita wayang yang popular di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yakni Ramayana dan Mahabharata. Namun kedua cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.
Bendung Layung Kuning dalam bukunya Atlas Tokoh-Tokoh Wayang dari Riwayat sampai Silsilahnya, pada bagian pandahuluan menegaskan bahwa penyesuaian konsep filsafat juga menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Para dewa dalam pewayangan tidak lagi merupakan sesuatu yang bebas dari salah, melainkan sama seperti makhluk Tuhan lainnya, yakni kadang-kadang bertindak keliru, dan bisa jadi khilaf. Oleh karena itu, hadirnya tokoh-tokoh punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong, Togog, dan Bilung) dalam pewayangan sengaja diciptakan para budayawan Indonesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk memperkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsure kebaikan dan kejahatan.
Salah satu alasan mengapa kesenian wayang tetap eksis di era modern ini adalah karena wayang merupakan bentuk konsep berkesenian tradisional yang kaya akan cerita falsafah hidup sehingga masih bertahan di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, sungguh betapa “bernilai”nya kesenian wayang dalam kehidupan manusia. Karena ia merupakan representasi dari nilai-nilai kemanusiaan yang ada di dalam setiap manusia, seperti; jahat, baik, sabar, pemarah, pendendam, pendengki, serakah dan rakus, tamak, dan lain-lain. Kesemua nilai tersebut termanifestasi ke dalam cerita wayang yang direpresentasikan oleh setiap tokoh dalam wayang.
Tokoh-tokoh dalam kesenian wayang ada banyak sekali. Mungkin yang sering kita dengar adalah Arjuna, Abimanyu, Antasena, Arimbi, Nakula, dan lain-lain yang merupakan tokoh-tokoh pandawa dan kurawa. Selain mereka, ada juga sebelum pandawa dan kurawa seperti; Abiyasa, Amba, Basudewa, Bisma, Madrim, dan lain-lain. Ada juga tokoh-tokoh seperti; Anggada, Anoman, Barata, Bukbis, Indrajid, Jatayu, dan lain-lain yang merupakan tokoh-tokoh Ramayana. Untuk dewa-dewinya, wayang juga memiliki sekumpulan tokoh dewa-dewi, yakni; Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Ismaya, Batara Bayu, Batara Guru, Batara Indra, dan kawan-kawannya. Itulah sederet tokoh-tokoh wayang yang memiliki karakteristik dan riwayat serta silsilah yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Bagi para pecinta wayang, saya yakin pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan nama-nama di atas. Namun, bagi Anda yang masih awam dengan kesenian wayang, tak heran jika Anda belum mengenal betul sosok tokoh tersebut. Untuk itu, pertanyaan yang hendak saya ulas jawabannya dalam buku ini adalah; siapakah mereka (tokoh-tokoh wayang)?
Nah, pertanyaan ini merupakan focus poin dari buku ini. Di dalam buku ini, saya mencoba mengulas semua sosok tokoh dalam pewayangan tersebut secara detail dan komprehensif. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan kesenian wayang kepada masyarakat Indonesia (Anda), terutama bagi Anda yang masih awam dengan seni wayang. Saya akan mengulas kesenian wayang dalam tiga sesi (bagian), yakni tentang seluk-beluk seni wayang yang akan diulas pada sesi atau bagian 1, pembahasan tentang tokoh-tokoh wayang akan diulas pada sesi atau bagian 2, dan pada sesi atau bagian 3 akan dijelaskan silsilah dari tokoh-tokoh wayang tersebut.
Akhirnya, saya berharap buku ini dapat menginspirasi Anda untuk lebih mencintai kesenian tradisional asli Indonesia, terutama kesenian wayang. Selamat membaca!

Intermezzo

 

©2009 Rizem's Archives | Template Blue by TNB