20 Amalan Ringan Sehari-hari Pembuka Pintu Rezeki

|







sumber gambar: https://wajada.net
 
Berbicara mengenai rezeki, kira-kira apa yang terbesit di benak Anda begitu mendengar kata ini disebut? Mungkin, dan pasti, Anda akan terbayang tentang uang, gaji, mobil, rumah, tanah yang luas, dan harta benda lainnya. Betul, itulah rezeki. Namun, masih ada lagi rezeki yang lain. Apa itu? Yaitu rezeki berupa kesehatan (jasmani dan rohani) dan rezeki yang paling mulia, yakni surga kelak di akhirat. Jadi, ada tiga jenis rezeki yang sudah ditetapkan Allah untuk kita, yakni rezeki harta, rezeki kesehatan, dan rezeki surga.
Rezeki termasuk salah satu ketetapan Allah bagi setiap makhluk-Nya. Artinya, rezeki seorang hamba telah dijamin oleh Allah Swt. Porsi dan takarannya pun telah ditetapkan. Jika hamba itu memintanya dengan jalan yang halal ataupun dengan jalan yang haram, maka Allah pasti berikan rezeki yang telah ditetapkan untuknya. Namun, Allah akan menanyai tatacara perolehan dan pembelanjaan rezeki itu kelak di akhirat. Sabda Rasulullah Saw.; “Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada Hari Kiamat hingga ia ditanya: Umurnya dia habiskan untuk apa; ilmunya diamalkan untuk apa; hartanya dari mana ia peroleh dan dibelanjakan untuk apa dan tubuhnya digunakan untuk apa. (HR at-Tirmidzi).
Perlu Anda ketahui, rezeki manusia memang telah ditetapkan kadar dan takarannya oleh Allah Swt. sejak dalam kandungan. Namun, rezeki itu tidak diberikan secara “gratis”. Untuk bisa menikmati rezeki yang telah ditetapkan itu, Anda harus berikhtiar menjemputnya. Ikhtiar dan usaha ini tidak hanya melulu urusan bekerja mencari nafkah, tetapi juga doa dan ibadah.
Banyak orang kaya yang usahanya gigih, namun tidak diimbangi dengan ibadah kepada Allah Swt. Maka, harta atau rezeki yang diperolehnya pun tidak berkah. Apa itu rezeki yang tidak berkah? Yaitu rezeki yang tidak membawa manfaat bagi pemilik dan orang lain. Sebaliknya, rezeki itu akan habis sia-sia (misalnya; dibuat foya-foya, main judi, main perempuan, dan lain-lain), sehingga akan menjerumuskan pemiliknya ke dalam murka Allah, yakni neraka. Adapun rezeki yang berkah, meski sedikit, adalah rezeki yang bermanfaat bagi sesame dan pemiliknya. Nah, rezeki yang berkah inilah yang kemudian menggiring pemiliknya untuk memperoleh dua jenis rezeki lainnya, yakni rezeki kesehatan dan rezeki surga.
Lantas pertanyaannya, bagaimana cara menjemput atau membuka pintu rezeki yang berkah itu? Ada 20 amalan praktis sehari-hari yang mudah dan ringan serta –saya yakin—dapat dilakukan oleh semua orang (termasuk Anda). Berikut adalah ke-20 amalan pembuka pintu rezeki yang dapat Anda lakukan;
Pertama, Menyempatkan Diri untuk Selalu Beribadah Kepada Allah Swt. Amalan yang pertama kali harus Anda lakukan untuk membuka pintu rezeki yang berkah adalah dengan menyempatkan diri untuk selalu beribadah kepada Allah Swt. Dimanapun Anda berada, sempatkanlah untuk beribadah, baik dalam perjalanan maupun di rumah. Tentu, sebagai umat muslim, amalan ini termasuk amalan yang paling sering dan rutin dikerjakan. Pasalnya, seorang muslim setidaknya melakukan lima kali ibadah dalam sehari, yakni ibadah shalat fardhu. Secara umum, ibadah terbagi menjadi dua jenis, yakni ibadah makhdah dan ibadah gairu makhdah. Ibadah makhdah adalah melaksanakan berbagai perintah Allah, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Adapun ibadah gairu makhdah, yaitu segala macam perbuatan untuk mencapai ridha Allah, seperti belajar, bekerja, bertani, dan berdagang.[1] Dengan demikian, ibadah itu sangat luas cakupannya. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah  Swt. berfirman; “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah, Dia-lah Maha Pemberi rizki yang mempunyai kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz-Dzariyat [51]; 56-58)
Kedua, Merutinkan Istighfar. Amalan kedua yang dapat Anda kerjakan untuk membuka pintu rezeki Anda adalah merutinkan istighfar. Benar, bacaan Astaghfirullah haladzim menyimpan suatu mukjizat dahsyat bagi pelakunya, yaitu salah satunya, dilapangkan/dibukakan pintu rezekinya oleh Allah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw.;Barangsiapa yang rutin membaca istighfar, Allah akan memberikan solusi pada setiap kesulitannya, dan penyelesaian bagi setiap permasalahannya. Dan Dia akan memberikan rezeki dari jalan yang tidak terduga.” (Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan Al-Baihaqi). Jadi, perbanyaklah istighfar agar rezeki Anda semakin bertambah (banyak dan lancer). InsyaAllah!
Ketiga, menjauhi perbuatan dosa. Sempitnya rezeki seseorang salah satunya disebabkan oleh dosa. Dalam hal ini, orang yang berlarut-larut dalam dosa akan diberi kesempitan oleh Allah Swt., terutama dalam hal rezeki. Dalam Musnad[2] dikatakan, Seorang Hamba tidak mendapatkan rezeki karena dosa yang ia kerjakan.” Jadi, sudah jelas, bukan! Bahwa agar pintu rezeki Anda dibuka selebar-lebarnya oleh Allah Swt., maka jauhilah yang namanya maksiat atau dosa. Karena maksiat atau dosa itu adalah sumber malapetaka yang dapat menyempitkan (menutup) pintu rezeki dan jalan keberkahan bagi hidup kita.
Keempat, berbakti dan mendoakan orang tua. Ternyata berbakti kepada orang tua dapat menjadi jalan untuk membuka pintu rezeki. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw.: “Siapa berbakti kepada ibu bapanya, maka kebahagiaanlah buatnya dan Allah akan memanjangkan umurnya.” (HR. Abu Ya'ala, at-Tabrani, al-Asybahani dan al-Hakim). Termasuk bentuk berbakti kepada orang tua adalah mendoakan mereka. Nabi Saw. bersabda: “Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya niscaya terputuslah rezeki (Allah) daripadanya.” (HR. al-Hakim dan ad-Dailami) .
Kelima, berbuat baik dan menolong orang yang membutuhkan. Selain berbakti dan mendoakan orang tua, amalan ringan pembuka pintu rezeki lainnya yang “susah-susah gampang” untuk dilakukan adalah berbuat baik dan menolong orang lain yang membutuhkan. Sebagaimana Abu Hurairah, seorang Muslim seharusnya juga memiliki keterpanggilan untuk menolong saudaranya, memiliki jiwa dan semangat memberi manfaat kepada sesama, memiliki karakter Nafi’un li ghairihi. Kebaikan seseorang, salah satu indikatornya adalah kemanfaatannya bagi orang lain. Keterpanggilan nuraninya untuk berkontribusi menyelesaikan problem orang lain. Bahkan, manusia terbaik adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah Saw. bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah). Berbuat baik kepada orang lain termasuk kategori sedekah, sehingga tidak heran bila dengannya Allah Swt. akan meluaskan rezeki kita. Sabdara Rasulullah Saw.:Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedekah setiap harinya mulai matahari terbit. Berbuat adil antara dua orang adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik adalah sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari). Rasulullah Saw. juga bersabda:Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya.(Muttafaq 'alaih). Dalam sabda lainnya, Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan menyelesaikan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat.(HR. Muslim)
Keenam, berpagi-pagi. Apa yang dimaksud dengan berpagi-pagi itu? Yang dimaksud berpagi-pagi itu adalah bangun pagi sebelum subuh dan tidak tidur lagi setelah shalat subuh, melainkan mulai bekerja mencari (menjemput) rezeki Allah. Menurut sebuah catatan dalam amazzet.wordpress.com, waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah. Udara masih segar dan tubuh yang telah istirahat ketika malam kini menjadi fit kembali. Alangkah ruginya jika keadaan yang sangat baik seperti ini kita gunakan tidur lagi setelah shalat subuh. Maka, jangan turuti nafsu untuk bermalas-malasan dan bersembunyi di balik selimut lagi bila kita ingin mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. Lantas, benarkah waktu pagi itu adalah waktu yang berkah? Benar, hal ini berdasarkan sebuah hadits dari Shakhr bin Wada’ah ra., ia berkata bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: “Ya Allah, berkahilah umatku di pagi harinya. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Dalam hadits yang diceritakan oleh Shakhr bin Wada’ah ra. tersebut betapa jelas bahwa Rasulullah Saw. berdoa agar umatnya diberikan berkah pada waktu pagi hari. Tahukan Anda siapakah Shakhr bin Wada’ah ra.? Dia adalah seorang pedagang yang biasa mengirimkan barang dagangannya di pagi hari, sehingga dia menjadi kaya dan banyak harta. Berarti, Shakhr bin Wada’ah adalah orang yang bisa menyambut keberkahan Allah Swt. karena doa Rasululllah Saw. untuk umatnya di pagi hari. Silahkan renungkan sabda Rasulullah Saw. ini; “Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barakah dan keberuntungan.(HR. Thabrani dan Al-Bazzar)
Ketujuh, memperbanyak shalawat. Jika Anda mengalami masalah dengan Rezeki Anda—misalnya sedang seret, banyak hutang, sulit mendapatkan rezeki (pekerjaan), dan lain-lain--, maka bershalawatlah. Mengapa? Sebab, shalawat ini akan membuka pintu rezeki Anda. Dan shalawat itu juga akan memberikan rezeki bagi ruh Anda, dan rezeki bagi ruh adalah pengetahuan ilahiah. Shalawat ini akan membuka jalan bagi ma`rifah, ilmu mengenal Allah. Inilah amalan ringan yang, mungkin, paling mudah dilakukan untuk membuka pintu rezeki. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa ‘Ashim bin ‘Ubaidillah berkata, aku mendengar ‘Abdullah bin Abi Robi’ah bercerita, bahwa ayahnya berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu shalawat, niscaya para malaikat akan bershalawat kepadanya selama dia bershalawat kepadaku, maka seorang hamba berbuat itu sedikit ataupun banyak.”
Kedelapan, menikah. “Menikahlah, Maka Engkau Akan Kaya!” Percayakah Anda pada keajaiban menikah seperti dalam kalimat tersebut? Kalimat tersebut bukanlah perkataan saya, tetapi adalah sebuah hadits Nabi. Jadi, Anda harus percaya pada kekuataan nikah. Fakta membuktikan bahwa menikah dapat membuka pintu rezeki. Tentunya, menikah di sini adalah untuk para lajang yang sudah cukup umur dan mampu, bukan untuk orang yang sudah menikah. Masih tidak percaya? Coba Anda renungkan firman Allah Swt. ini;Dan nikah­kanlah orang–orang yang sen­dirian di an­tara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba–ham­ba sahayamu lelaki dan hamba-hamba sahaya yang per­em­puan, Jika mereka mis­kin Allah akan meng­ayakan mereka dengan karuniaNya. Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur [24]: 32). Orang yang harus dinikahkan dalam ayat tersebut adalah laki-laki yang belum menikah atau wanita-wanita yang tidak bersuami, dibantu agar mereka dapat menikah. Dalam ayat tersebut, Allah Swt. dengan tegas menjamin rezeki bagi orang yang menikah. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi Anda yang kini sudah memiliki kerja (meski gaji kecil) untuk menikah. Atau bahkan, bagi Anda yang belum punya kerja, tetapi sudah wajib menikah, Allah Swt. akan membukakan pintu rezeki bagi Anda. Percayalah bahwa janji Allah itu pasti benar, karena Allah adalah Maha Benar dan Maha Menepatijanji. Ada sebuah kisah inspiratif yang dapat menguatkan keyakinan Anda bahwa menikah dapat membuka pintu rezeki. Berikut saya cuplikan langsung sebuah kisah dari poniran.abatasa.co.id;
Saya sendiri menikah pada tahun 1999, saat umur saya dua puluh tahun. Saat itu, saya bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan bakery tradisional. Tentu saja, saya sudah menulis saat itu kendati interval pemuatan di majalah sangat longgar. Kadang-kadang sebulan muncul satu tulisan, itu pun kadang dua bulan baru honornya dikirim.
Dengarkan...! Dengarkan baik-baik bagian cerita saya ini.
Sebulan setelah saya menikah, tiga cerpen saya sekaligus dimuat di tiga media yang berbeda. Beberapa bulan berikutnya hampir selalu demikian, cerpen-cerpen saya semakin sering menghiasi media massa. Interval pemuatan cerpen tersebut semakin merapat. Saat anak saya lahir, pada pekan yang sama, ada pemberitahuan dari sebuah majalah remaja bahwa mulai bulan tersebut, naskah fiksi saya dimuat secara berseri. Padahal, media tersebut terbit dua kali dalam sebulan. Ini berarti, dalam sebulan sudah jelas ada dua cerpen yang terbit dan itu berarti dua kali saya menerima honor. Ini baru serialnya. Belum dengan cerpen-cerpen yang juga secara rutin saya kirim di luar serial.
Tunggu... semua itu belum berhenti. Saat anak saya semakin besar dan semakin banyak pernak-pernik yang harus saya penuhi untuknya, lagi-lagi ada keajaiban itu. Satu per satu buku saya diterbitkan. Royalti pun mulai saya terima dalam jumlah yang... hoh-hah...! Subhanallah...!
Entah, keajaiban apa lagi yang akan saya temui kemudian. Yang jelas, saat ini saya harus tetap berusaha meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya hanyalah perantara rezeki bagi anak dan istri saya... juga –mungkin –orang lain. Dengan begitu, mudah-mudahan saya bisa melepaskan hak-hak tersebut yang melekat pada uang gaji ataupun royalti yang saya terima.
Kisah tersebut hanyalah salah satu dari sekian ribu kisah nyata keajaiban menikah dalam meningkatkan rezeki. Tidak percaya? Baiklah, saya akan cuplikan satu lagi kisah keajaiban menikah bagi terbukanya pintu rezeki. Renungkanlah kisah nyata berikut ini;[3]
Pada suatu hari, ada seorang pemuda kurang terpelajar dengan kata lain bodo yang tinggal di Bantul, DIY. Dia mencari pekerjaan di kota Jogja. Akhirnya, dia mendapatkan pekerjaan sebagai penjaga rental PS (Play Station) di Condong Catur, tepatnya di selatan toko Pamella 6. Karena kendaraan yang dimilikinya hanyalah sepeda onthel, dia ngonthel alias mengayuh sepedanya dari Bantul sampai Condong Catur Sleman.
Seiring waktu berjalan, pemuda itu curhat kepada salah seorang teman kenalannya bernama Mas Kukuh, mahasiswa AMIKOM yang tinggal di Sebuah Masjid. Dia berkata, “Mas, aku iki pingin nikah. Mbok ya o dicarikan bojo (istri). Yang seperti apa aja aku mau. Yang penting mau diajak rekoso (susah)
Karena permintaan itu, maka Mas Kukuh pun mencarikan calon Istri untuk pemuda itu. Akhirnya, Mas Kukuh mendapati seorang wanita yang juga memintanya untuk dicarikan suami. Kebetulan, si wanita itu juga berkata dengan perkataan yang hampir senada, “Mas tolong saya carikan bojo (suami). Siapa aja mau yang penting mau rekoso (susah) dan mau bekerja keras”
Tanpa pikir panjang lagi, Mas Kukuh menjodohkan mereka berdua. Meskipun mereka berdua belum mengetahui orangnya, mereka setuju untuk dinikahkan. Akhirnya, Mas Kukuh melamarkan pemuda tadi ke wanita itu. Proses pernikahan dilakukan sangat sederhana. Kira-kira si pemuda mengeluarkan uang tidak sampai dari Rp.500.000,-. Sampai pernikahan selesai, si pemuda tadi hanya mengantongi uang Rp.50.000,-. Modal itulah untuk mereka memulai rumahtangga.
Setiap waktu, si pemuda yang menjadi suami itu bekerja di rental PS seperti biasa. Seiring waktu, dalam waktu hanya 3 bulan, pemuda itu akhirnya bisa membeli sebuah motor. MasyaAlloh wa ShubhanAlloh. Allah Swt. membukakan rezekinya bagi orang yang menikah. Sampai sekarang, si suami itu masih bekerja sebagai penjaga Rental PS di selatan Toko Swalayan Pamella 6. Bisa jadi, setahun ke depan, pemuda itu punya mobil atau bahkan punya usaha sendiri.
Nah, dari dua kisah di atas, benarlah nasehat para ulama bahwa pernikahan adalah sumber rezeki. Sebaliknya, perceraian bisa merugikan bagi kekayaan Anda. Survei yang melibatkan 9.000 orang menunjukkan perceraian menurunkan kekayaan seseorang hingga 77 persen. “Cerai menyebabkan menurunnya kekayaan jauh lebih besar daripada sekadar membagi rata harta gono-gini,” kata Jay Zagorsky dari Ohio State University. Penelitian ini dilakukan pada rentang waktu 1985 hingga 2000. Pada tahun 1985, rata-rata usia pasangan yang disurvei antara 21 hingga 28 tahun. Sebaliknya, pernikahan itu sendiri membuat seseorang lebih kaya daripada sekedar menggabungkan kekayaan kedua pasangan. Setiap orang yang menikah, rata-rata memperoleh jumlah kekayaan dua kali lipat.
Kesembilan, menyambung tali silaturahmi. Rasulullah Saw. bersabda; “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi.” (HR Muslim). Dalam hadits lah, Rasulullah Saw. bersabda; “Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR Imam Bazar, Imam Hakim). Dengan demikian, silaturahmi adalah salah satu jalan utama untuk membuka pintu rezeki. Jadi, marilah kita mulai membangun silaturahmi agar pintu rezeki kita diluaskan (dibuka) oleh Allah Swt., dan kita juga mendapat beberapa manfajat lain darinya. Tapi, bagaimanakah caranya menyambung silaturahmi ini? Hal ini telah dijelaskan oleh Raslullah Saw. dalam sabdanya; “Yang disebut bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus.” (HR Bukhari).
Kesepuluh, memperbanyak sedekah. Tahukah Anda amalan ringan lain yang berkhasiat membuka pintu rezeki Anda? Yaitu, sedekah. Amalan paling ringan, namun banyak orang menyepelekannya dan bahkan meninggalkannya (tidak mau bersedekah). Benarkah sedekah dapat membuka pintu rezeki? Benar, Allah Swt. telah menegaskannya dalam firman-Nya; Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (sedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]; 261). Dalam ayat lain, Allah Swt. juga menegaskan; “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Thalaq [65]; 7). Kata nafkah pada ayat di atas dapat diartikan sebagai sedekah. Jadi, bila Anda ingin diluaskan rezekinya, maka Anda harus bersedekah dengan harta yang telah Allah berikan kepada Anda. Seperti dalam surat At Talaq di atas, yang kaya (luas) rezekinya dan yang sempit rezekinya sangat dianjurkan untuk bersedekah.
Kesebelas, merutinkan shalat tahajjut. Shalat tahajjud dapat menjadi jalan untuk meminta apapun yang Anda inginkan, seperti ingin dibukakan pintu rezeki, dikabulkan hajat, minta petunjuk, dan lain-lain. Rasulullah Saw. bersabda; “Di malam hari, ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya. Itu berlangsung pada setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad dari Jabir)
Keduabelas, melazimi shalat dhuha. Selain shalat tahajjud, shalat dhuha adalah shalat sunnah yang terkenal sebagai pembuka pintu rezeki. Tak perlu diragukan lagi, shalat dhuha adalah shalat untuk kemurahan rezeki. Hal ini sudah disadari dan diakui oleh semua orang. Barangsiapa yang ingin dilancarkan rezekinya, maka tunaikanlah shalat dhuha. Sabda Rasulullah Saw.; “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani)
Ketigabelas, berdoa. Allah Swt. berfirnah; Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2]; 186). Dengan doa, Anda dapat meminta apa yang menjadi cita-cita Anda, termasuk memohon diluaskan rezeki atau dijauhkan dari segala kesusahan.
Keempatbelas, berikhtiar. Selain berdoa, berikhtiar juga menjadi amalan yang penting dilakukan agar pintu rezeki Anda dibuka oleh Allah Swt. Mengapa ikhtiar itu penting? Sebab, Allah Swt. tidak menurunkan rezeki (uang) dengan cara melemparkannya dari langit yang jatuh di hadapan orang yang sedang berdoa, tetapi melalui suatu perantaraan, baik orang lain, pekerjaan, dan lain-lain. “Bekerjalah untuk duniamu seakan kamu akan hidup abadi; Dan bekerjalah untuk  akhiratmu seakan kamu akan mati besok.” Begitu untaian bijak yang disinyalir diungkap Sayyidina Ali ibn Abu Th alib RA beberapa abad lalu. Intinya: perimbangan mencari urusan dunia (kerja, usaha, bisnis) dan akhirat (kebaikan, pahala). Yang kemudian dipertanyakan, sanggupkah kita terus bersabar dalam ikhtiar ini? Sedangkan waktu kita hidup semakin lama, semakin berkurang.
Kelimabelas, bertawakkal. Setelah berikhtiar dengan sekuat tenaga, maka bertawakkallah kepada Allah. Tawakkal juga menjadi jalan untuk membuka pintu rezeki seluas-luasnya. Dari Umar bin Al-Khaththab ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda; “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian, seperti Allah memberikan rezeki kepada seekor burung. Ia pergi (dari sarangnya) di pagi hari dalam keadaan perut yang kosong (lapar), dan kembali (ke sarangnya) di sore hari dalam keadaan perut yang penuh (kenyang)”. (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, dan Al-Hakim. Dan At-Tirmidzi berkata, “Hasan Shahih”).
Keenambelas, berinfak fi sabilillah. Amalan lain yang dapat membuka pintu rezeki adalah infak fi sabilillah. Tahukah Anda apa itu infak fi sabilillah? Infak fi sabilillah adalah mengeluarkan sebagian dari harta kita untuk orang lain. Lalu, apa bedanya dengan sedekah? Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti ‘benar’. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Menurut terminologi syariat, pengertian sedekah sama dengan pengertian infak, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja, infak berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas, menyangkut hal yang bersifat nonmateriil. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-istri, dan melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adalah sedekah.[4] Jadi, kesimpulannya, infak hanya terbatas pada materi, sedangkan sedekah tidak terbatas materi.
Ketujuhbelas, meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Firman Allah Swt.: Apabila mereka Telah mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu Karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS Ath-Thalaaq (65); 2-3). Dan juga, Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), Maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS Ath-Thalaq (65); 4). Dan juga, Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al Araf [7]; 96).
Kedelapanbelas, jujur atau amanah. Amalan ringan lainnya untuk membuka pintu rezeki adalah kejujuran. Jujur memang sangat ringan, tetapi banyak orang tidak bisa mengamalkannya. Bahkan, bagi sebagian orang jujur adalah perbuatan yang sangat sulit dan berat dilakukan. Apalagi ketika kita sudah terbiasa (dibiasakan) dengan sifat bohong dan menipu. Padahal, kejujuran mutlak diperlukan untuk mencari rezeki di mana pun dan apapun profesi kita. Benarkah dengan menjadi orang jujur Allah akan membuka pintu rezeki kita? Benar, salah satu keutamaan jujur adalah membuka pintu rezeki. Adapun keutamaan jujur yang lain adalah; banyak teman, hatinya tenang karena orang jujur di dalam hatinya tidak ada kesombongan, dihormati dan dihargai oleh sesama.[5] Untuk menambah keyakinan Anda tentang dahsyatnya jujur bagi terbukanya pintu rezeki, simaklah cerita inspiratif berikut ini;[6]
Di pinggir kota Makkah, pada zaman ulama salafush shalih dulu, ada seorang lelaki miskin yang hidup dengan keluarganya. Lelaki itu bernama Amin. Meskipun miskin, Amin adalah orang yang jujur dan baik hati. Suatu hari, dia mencari makanan di dapur. Perutnya terasa sangat lapar. Dia mencari , kalau-kalau ada sesuatu yang bias dimakan untuk mengganjal perutnya.akan tetapi, sunggih malang, dia tidak mendapat apa-apa. Bahkan, roti kering dan garam pun tidak ada. Amin bergegas membuka pintu hendak keluar rumah.
“Suamiku, apakah kau akan meninggalkan kami dalam keadaan kelaparan tanpa makanan?” Tanya istri sambil menggendong anaknya yang sedang sakit panas.
“Aku akan pergi ke Kabah untuk thawaf dan shalat disana. Aku akan berdoa agar Allah membuka pintu-pintu rezeki kita,” jawab Amin lembut.
Amin melangkah pergi ke Kabah.
Sesampainya di sana, dia thawaf tujuh putaran. Lalu, dia shalat dua rakaat di depan Maqam Ibrahim. Setelah itu, Amin berdoa dan menangis di Multazam, yang terletak antara Hajar Aswad dan pintu Kabah. Dalam doanya, dia meminyta kepada Allah agar diberi kemudahan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
***
Hari itu, masjidil Haram penuh oleh jamaah haji. Begitu selesaithawaf, shalat, dan berdoa, Amin Amin melangkahkan kaki menuju ke sumur zam-zam untuk minum. Dia  minum sekenyang-kenyangnya, sebagaimana diajarkan oleh Baginda Nabi. Air zam-zamlah yang selama ini setia mengisi perutnya yang lapar. Lalu, dia melangkah, berniat hendak keluar masjid hendak pulang.
Baru beberapa langkah, kakinya menyenggol sesuatu. Amin berhenti dan melihat apa yang diinjaknya. Ternyata, sebuah kantong berwarna hijau. Dia berjongkok untuk mengambil kantong itu. Setelah dibuka, kantong itu berisi uang dinar emas yang tidak sedikit jumlahnya. Lalu, Amin membawa uang itu ke rumahnya dengan hati berbung-bunga.
Begitu samapai di rumah, dia berkata pad istrinya dengan wajah gembira, “Lihat Istriku, apa yang aku peroleh hari ini? Lihatlah, aku membawa kantong penuh berisi uang dinar emas!”
“Dari mana kau dapatkan kantong berisi uang sebanyak itu?” istrinya langsung menyahut.
“Aku menemukannya di dalam Masjidil Haram,” jawab Amin
“Kalau begitu, cepat kau letakkan kembali kantong itu di tempatnya semula. Itu bukan uang milik kita. Itu harta orang lain. Orang yang kehilangan hartanya itu, saat ini pasti sedang sedih. Kantong yang kau temukan itu adalah amanah. Ayolah, cepatlah kau kembalikan kantong itu pada tempatnya. Kita harus jujur dan amanah. Lebih baik aku dan anak-anakki mati kelaparan daripada makan rezeki yang tidak halal!” ucap istrinya tegas.
Amin terkejut mendengar perkataan istrinya itu. Dia terhenyak sesaat. Namun, perlahan dia tersadar dan merasa apa yang diucapkan istrinya itu benar. Kantong itu bukan miliknya. Itu milik orang lain. Dia tidak berhak memilikinya.
Aminpun lantas teringat namanya. Ah, namanya saja Amin. Amin berarti orang yang dapat dipercaya, orang yang bias menjaga amanah. Dia harus benar-benar seorang Amin sepderti akhlak Baginda Nabi. Seketika itu juga dia langsung melangkah ke Masjidil Haram.
***
Begitu sampai di dalam masjid, Amin mendengar seorang jamaah haji memakai pakaian ihram, berteriak keras “Wahai hamba Allah sekalian, wahai jamaah haji, wahai para tetamu Allah, apakah diantara kalian ada yang menemukan kantong hijau milikku?”
Amin mendekat, lalu bertanya pada orang yang berteriak itu, “Apakah kau tahu isi kantong itu, Tuan Haji?”
“Ya aku tahu, di dalam kantong hijau itu berisi uang seratus lima puluh dinar,” jawab lelaki itu.
Mendengar jawaban itu,Amin yakin bahwa pak haji inilah pemilik kantong itu.
Dia mengeluarkan kantong itu dari balik bajunya dan memberikannya pada lelaki itu seraya berkata, “Kau benar, ambillah kantong ini! Inilah barang yang kau cari-cari itu.”
Pak haji menerima kantong itu dengan wajah cerah. Dia lalu menghitung isinya. Ternyata, isinya masih utuh, tidak berkurang satu keping pun.
Setelah itu, pak haji mengajak Amin duduk di tempat yang agak sepi dan berkata, “Saudaraku, kantong ini sekarang milikmu masih ada satu kantong lagi berisi seribu dinar untukmu.”
Amin terkejut mendengar parkataan lelaki itu.
Dengan nada bingung dan bertanya, “Bagaimana ini? Aku memberikan kantongmu, lalu kau malah bilang itu jadi milikku? Bahkan, kau menambah satu kantong lagi berisi seribu dinar? Aku sama sekali tidak paham maksudmu, Tuan Haji.”
Pak haji menjawab, “Harta ini diberikan kepada ku oleh seorang lelaki beriman dari Mesir. Dia mewasiatkan kepadaku, agar meletakkan sebagiannya di Masjidil Haram. Jika seseorang yang menemukannya dan dengan jujur dia mengembalikan kepadaku, aku disuruh memberikan seluruh harta ini kepadanya.”
Amin takjub mendengar perkataan lelaki itu.
Lalu dia bertanya, “Tetapi mengapa lelaki beriman dari Mesir itu memintamu untuk melakukan hal tadi?”
Pak haji menjawab, “Dia menginginkan sedekahnya sampai pada orang yang jujur dan amanah. Kamu telah mengembalikan kantong itu dengan penuh amanah. Siapapun yang bias menjaga amanah, berarti dia dapat dipercaya. Orang seperti itu, selain makan, ia juga akan bersedekah dengan apa yang ada padanya. Orang seperti itu tidak akan mementingkan dirinya sendiri. Dengan demikian, sedekah lelaki beriman dari Mesir ini akan diterima oleh Allah Swt.”
Akhirnya, pak haji itu benar-benar memberikan dua kantong uang kepada lelaki miskin bermana Amin itu. Dengan hati penuh dengan rasa syukur kepada Alllah, Amin pulang sambil membawa seribu seratus lima puluh dinar emas. Dia menyerahkan uang itu kepada istrinya tercinta sambil menjelaskan jalan ceritanya.
“Nah, sekarang , uang ini halal bagi kita. Ayo, kita membeli makanan dan pakain untuk anak-anak kita. Sudah dua hari mereka tidak makan. Jangan lupa, sedekahkan sebagian uang itu kepada orang-orang yang memerlukan,”kata istrinya lembut.
“Akan segera aku lakukan, Istriku,”jawab Amin.
Dia lalu bergegas ke luar rumah. Di halaman rumahnya, dia bersujud syukur. Keningnya langsung menyentuh tanah.
Dalam sujudnya, dia membaca tasbih dan berdoa, “Alhamdulillah, segala puji bagimu ya Allah, yang telah memberikan seorang istri shalihah kepadaku. Segala puji bagi-Mu ya Allah, yang telah memberikan hidayah kepadaku. Segala puji bagi-Mu ya Allah, yang telah mengalirkan rezeki sedemikian banyak kepadaku. Segala puji bagi-Mu ya Allah, atas segala nikmat yang Engkau karuniakan kepadaku.”
Setelah itu, Amin pergi ke pasar dan membagi-bagikan sedekah kepada Fakir miskin. Dia semakin sadar bahwa dengan meningggalkan rezeki yang haram, Allah menggantikan rezeki yang halal, dan jauh lebih banyak. Amin semakin yakin akan ajaran Rasulullah bahwa kejujuran adalah pintu menuju syurga, syurga di dunia dan di akhirat.
Berdasarkan cerita di atas, dapat disimpulkan bahwa orang yang selalu berusaha bersikap jujur/amanah, akan mendapatkan pertolongan Allah. Dengan kata lain, Allah Swt. akan membukakan pintu rezeki baginya dari jalan yang tidak disangka-sangka. Itulah yang terjadi pada Amin, orang jujur yang mendapatkan rezeki tanpa ia duga sebelumnya.
Kesembilan belas, memperbanyak dzikir khusus pemurah rezeki. Memperbanyak dzikir khusus pemurah rezeki juga sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin dilapangkan pintu rezekinya. Mengapa? Sebab, dzikir termasuk doa. Dan berdoa –seperti telah dibahas tadi—merupakan salah satu amalan yang dapat membuka pintu rezeki. Untuk itu, ada baiknya bagi Anda yang ingin dibuka pintu rezekinya memperbanyak dzikir, terutama dzikir-dzikir khusus pemurah rezeki. Adapun dzikir yang dapat Anda amalkan untuk tujuan ini, seperti; “La Hawla Wala Quwwata Illa Billah”, “La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin”, dan “Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil ‘Adziim”.
Kedua puluh, membaca Al-Qur’an, khususnya surat dan ayat khusus rezeki. Di samping memperbanyak dzikir khusus pemurah rezeki, amalan lain yang juga berkhasiat dapat membuka pintu rezeki adalah memperbanyak bacaan surat dan ayat Al-Qur’an. Perlu Anda ketahui, di dalam Al-Qur’an terdapat banyak surat ayat yang memiliki khasiat khusus pemurah rezeki. Berikut adalah surat dan ayat khusus pemurah rezeki dan cara mengamalkannya:
1.      Surat Al Fatihah
Surat yang pertama dalam Al-Qur’an yang berkhasiat dapat membuka pintu rezeki dan mengatasi berbagai kesusahan Anda adalah surat al fatihah. Seperti kita ketahui, surat Al-Fatihah adalah surat pertama dan pembuka Al-Qur’an. Surat ini sangat dahsyat sekali khasiatnya, salah satunya adalah membuka pintu rezeki. Lalu, bagaimana cara mengamalkan surat Al-fatihah agar pintu rezeki kita dibukakan oleh Allah Swt.? Berikut jawabannya;
a)      Barangsiapa yang membaca Al-Fatihah 41 kali antara shalat sunnat qobliyah dan shalat Subuh, maka segala hutangnya akan terbayar, ada saja jalannya dan rezekinya lancar.
b)      Barangsiapa membaca Fatihah setiap selesai Subuh 30 kali, selesai Ashar 20 kali, selesai Maghrib 15 kali, selesai Isya’ 10 kali, maka rezekinya akan dimudahkan oleh Allah.
c)      Perhatikan hari Ahad yang ada di permulaan bulan (bulan Hijriyah), pada hari Ahad itu bacalah Fatihah 70 kali, hari Seninnya baca 60 kali, hari Selasanya baca 50 kali, hari Rabunya 40 kali, hari Kamisnya 30 kali, hari Jumatnya baca 20 kali, hari Sabtunya baca 10 kali, kemudian diulang sampai satu bulan. Maka, tunggulah keajaiban dari rezeki Anda.
2.      Surat Al Waqiah
Surat berikutnya yang berkhasiat membuka pintu rezeki adalah surat Waqiah. Di kalangan umat muslim, surat Al Waqiah ini dikenal dengan surat pemurah rezeki, sehingga banyak orang muslim yang membacanya ketika disempitkan rezekinya. Adapun mengenai keutamaan surat ini bagi kelancaran rezeki, Rasulullah Saw. menerangkan dalam beberapa sabdanya;
a)      “Siapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap hari, ia tidak akan ditimpa kefakiran.” (Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ibnu Mas’ud r.a.)
b)      “Siapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kesusahan atau kemiskinan selama-lamanya. (Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ibnu Mas’ud r.a.)
c)      “Ajarkanlah surat Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Karena sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)
d)     “Barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan tertimpa kefakiran dan kemiskinan selamanya. Surat Al-Waqi’ah adalah surah kekayaan, maka bacalah ia dan ajarkan kepada anak-anakmu semua.”
Demikianlah sabda Rasulullah Saw. tentang surat Al Waqiah. Berdasarkan beberapa hadits tersebut, maka tak perlu diragukan lagi bahwa surat Waqiah adalah surat kekayaan. Artinya, surat Waqiah adalah surat yang berkhasiat dapat membuka pintu rezeki bagi orang yang mengamalkannya. Lantas, bagaimana cara mengamalkan surat Waqiah agar rezeki semakin lancar, banyak, dan berkat? Adapun cara mengamalkannya adalah sebagai berikut;
a)      Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap hari dan malam sebanyak 40 kali, selama 40 hari pula, maka Allah Swt. Akan membuat rezekinya mengalir terus dari berbagai penjuru.
b)      Berpuasa selama seminggu dimulai pada hari Jumaat. Setiap selesai shalat fardhu, bacalah Surat Al-Waqi’ah ini sebanyak 25 kali hingga sampai malam Jumat berikutnya. Pada malam Jumat berikutnya, selepas shalat Maghrib bacalah surah ini sebanyak 25 kali, selepas shalat Isya’ bacalah surah ini 125 kali di ikuti dengan shalawat Nabi 1000 kali. Setelah selesai amalan, hendaklah memperbanyakkan sedekah. Kemudian jadikan surah ini amalan rutin pada waktu pagi dan petang. Insya’Allah rezeki akan mengalir seperti air bah.
c)      Berpuasa selama 7 hari, di mulai pada hari Jumat berakhir pada hari Kamis. Puasanya “tidak memakan sesuatu yang bernyawa / tidak makan ikan, daging, segala heiwan, hanya makan sayur-sayuran saja. Dalam 7 hari itu, sesudah shalat fardhu, membaca surat Al-Waqi’ah sebanyak 25 kali. Apabila bacaan tersebut di mulai setelah shalat fardhu Subuh pada hari Jumat pertama, maka diakhirilah pembacaan Al-Waqi’ah itu pada setelah fardhu Isya’ pada Jumaat berikutnya. Pada malam Jumat terakhir ini hendaklah membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 125 kali kemudian shlawat 1000 kali. InsyaAllah tidak akan mengalami kemiskinan seumur hidup.
d)     Bila orang membiasakan membaca surat ini setiap malam satu kali, maka dia dijauhkan dari kemiskinan. Bila di baca 14 kali setiap selesai shalat Asar, maka akan memperoleh kekayaan yang berlimpah ruah. Jika dibaca surah ini sebanyak 41 kali segala hajat yang berkaitan dengan rezeki akan terkabul.
e)      Surat ini jika dibaca di sisi orang yang sedang sekaratul maut, insyaAllah akan mempermudah roh keluar dari jasadnya. Jika dibaca di sisi orang sakit, diringankan sakitnya. Jika di tulis, kemudian dipakaikan kepada orang yang hendak bersalin, InsyaAllah segera melahirkan dengan mudah.
f)       Jika membaca surat ini sebanyak 3 kali selepas shalat subuh dan 3 kali selepas shalat Isya’. Insya Allah dalam waktu setahun ia akan di jadikan seorang hartawan yang dermawan.
g)      Amalan Surat Al-Waqiah untuk menarik rezeki, caranya; 1). Shalat hajat pada malam hari. 2). Bacalah istighfar 100x. 3). Bacalah shalawat nabi 1000x (pakai shalawat pendek saja). 4). Berdoa “Ya Allah yang Maha Pengasih dan Pemberi Rahmat. Aku meminta dengan keutamaan dan kebesaran surat Al Waqiah ini, maka bukakanlah rezekiku yang ada di langit, di bumi, dan di lautan”. 4). Baca surat Al Wqiah 1x. 5). Lakukanlah selama 40 malam. Insyaallah  akan terlihat hasilnya. Catatan: selama 40 hari itu shalat lima waktu tidak boleh ada yang bolong.[7]
h)      Apabila Anda memohon kepada Allah datangnya rezeki yang melimpah maka bacalah Waqiah 41 kali, dan jangan berpindah tempat sampai selesai. Sering-seringlah. Insyaallah, rezeki Anda datangnya akan seperti hujan.
Itulah beberapa cara mengamalkan surat Al Waqiah. Tapi ingat, semua perbuatan tergantung pada niatnya. Jangan sampai salah niat dalam mengamalkan amalan ini. Niatkan untuk mengharap ridha Allah Swt. Insyaallah rezeki Anda akan semakin lancar dan melimpah rua. Wallahua’lam!
3.      Surat Al Ikhlas. Barang siapa yang membaca surat Al Ikhlas sebanyak 1000 kali setiap hari dengan niat berzikir, mencari kemudahan dan rezeki, InsyaAllah ia akan memperoleh rezeki yang cukup dan tidak kekurangan.[8] Cara pengamalan lainnya adalah; Pada malam Jumat baca al-Ikhlas 66 kali, lalu membaca lafadz “ALLAH” 5631 kali, kemudian membaca “MASYAALLAH” 1000 kali, lalu membaca shalawat 1000 kali. Kemudian tidurlah, maka dalam mimpi Anda akan dipertunjukkan pekerjaan yang membuat Anda sukses. Jadi, amalkanlah amalan ini, insyaallah Anda akan semakin sukses, kaya, dan dipermudah rezekinya. Amin!
4.      Surat Yasin
Surat yasin yang notabene dibaca setiap kali ada orang yang meninggal, atau setiap kali ada hajatan, atau setiap malam jumat, ternyata juga memiliki khasiat bagi terbukanya pintu rezeki. Benarkah demikian? Benar, salah satu manfaat dari surat yasin adalah membuka pintu rezeki. Tapi, bagaimana caranya? Adapun cara mengamalkan surat yasin khusus untuk membuka pintu rezeki adalah sebagai berikut;
a)      Barang siapa yang punya kepentingan terhadap seseorang agar dikabulkan maksudnya dalam urusan Rezeki, maka bacalah terlebih dahulu Surat Yasin 25 kali, kemudian berangkatlah, insya Allah apa yang dimaksud terkabul.
b)      Bila ingin manjadi kaya mendadak, maka bacalah Surat Yasin 41 kali, tanpa berpindah tempat, lalu tanpa bicara apapun kemudian tidurlah, setelah bangun keajaiban terjadi. Insyaallah!
Selain beberapa surat yang telah disebutkan di atas, ada juga ayat-ayat Al-Qur’an khusus yang bermanfaat menjadi ayat pemurah rezeki. Berdoalah dengan ayat-ayat ini setiap habis selesai shalat fardhu, insyaallah Allah Swt. akan membukakan pintu rezeki Anda. Adapun ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut;
1.      Surat Al Baqarah ayat 21-22
2.      Surat Al Baqarah ayat 286
3.      Surat Al Imran ayat 37
4.      Surat An Nisaa’ ayat 100
5.      Surat Al Maidah ayat 52
6.      Surat Al Maidah ayat 66
7.      Surat Ibrahim ayat 7
8.      Surat Fatir ayat 29-30
9.      Surat Al A’raf ayat 96
10.  Surat An Naml ayat 12
11.  Surat Asy Syuuraa ayat 12
12.  Surat Ath Thalaq ayat 2-3
13.  Surat Al Mulk ayat 1-10
14.  Surat Al Jinn ayat 16
15.  Surat Al Muzammil ayat 1-10
Demikianlah uraian tentang 20 amalan pembuka pintu rezeki. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi panduan bagi Anda yang ingin rezekinya bertambah lancar. Silahkan dipraktikkan dan dibuktikan sendiri kedahsyatan ke-20 amalan tersebut.
By. Rizem Aizid


[1] Bachrul Ilmy. Pendidikan Agama Islam untuk Kelas X SMK. Bandung: Grafindo Media Pratama. 2007; 8
[2] Musnad Al-Kabir atau lebih dikenal dengan Musnad Ahmad adalah salah satu dari Sembilan kitab hadist (Kutubut Tis’ah) yang dijadikan rujukan utama umat islam kebanyakan, terutama dari golongan Ahlus Sunnah
[3] Kisah ini saya cuplikan dari mbah-marijan.org
[4] Drs. K.H. Didin Hafidhuddin, M.Sc. Panduan Praktis Tentang Zakat, Infak, dan Sedekah. Jakarta: Gema Insani Press. 1998; 15
[5] Ahmad Kusaeri. Akidah Akhlak Buku Pelajaran Akidah Akhlak untuk Kelas II Madrasah Ibtidaiyah Berdasarkan Standar isi 2006. Bandung: Grafindo Media Pratama. 2008; 106
[6] denovdehtychukachuka.blogspot.com
[7] r4j4.blogspot.com
[8] ratih-yuna.blogspot.com

0 komentar:

Intermezzo

 

©2009 Rizem's Archives | Template Blue by TNB