Apa yang harus dilakukan apabila saat berhubungan intim di siang hari, tiba-tiba adzab ashar berkumandang?

|




Bila pertanyaan ini dimaksudkan untuk menghentikan jima’ begitu adzab berkumandang, maka jawaban dari pertanyaan ini adalah tidak perlu dan tidak wajib. Sebagaimana dilansir seksislami.com, jawaban dari pertanyaan ini adalah sebagai berikut:
“Jika maksudnya adalah apakah keduanya harus berhenti dari jima’ karena mendengar adzan, maka jawabannya adalah tidak wajib bagi keduanya melakukan itu.”
Nah, dari jawaban tersebut, kesimpulannya adalah bahwa suami-istri yang sedang asyik-asyiknya berjima’, kemudian tiba-tiba adzan berkumandang, maka tidak harus bagi mereka menghentikan aktivitas jima’nya itu. Mereka tetap boleh melanjutkan hingga mencapai kepuasaan masing-masing.
Adapun hokum menjawab adzab atau menirukan seperti yang diucapkan muadzin adalah makruh. Para ulama mengqiyaskan hal ini dengan orang yang sedang buang hajat, dimana makruh bagi mereka menjawab adzab. Imam Al-Nawai rahimahullahu berkata di Syarh Muslim, “Orang yang sedang duduk buang hajat makruh berdzikir kepada Allah dengan salah satu bacaan dzikir. Dia tidak boleh bertasbih, bertahllil, menjawab salam, dan mendoakan orang bersin. Dia tidak boleh memuji Allah Ta’ala apabila bersin dan tidak boleh mengucapkan seperti yang diucapkan muadzin. Para ulama berkata: begitu juga ia tidak boleh mengamalkan dzikir-dzikir ini saat jima’. Apabila ia bersin dalam kondisi-kondisi ini, ia memuji Allah Ta’ala (bertahmid) dalam hatinya dengan tidak menggerakkan lisannya. Ini yang kami sebutkan dari makruhnya berdzikir saat buang air kecil dan jima’. Ini adalah makruh tanzih, bukan tahrim. Jika melakukan hal tersebut, tidak ada dosa bagi pelakunya.”

0 komentar:

Intermezzo

 

©2009 Rizem's Archives | Template Blue by TNB