Mengenal Seluk Beluk Tanaman Manggis

|




Diakui atau tidak, buah manggis merupakan salah satu buah yang kini menjadi salah satu komoditas ekspor yang sangat prospektif. Ya, dikatakan prospektif karena buah ini memiliki pangsa pasar yang luas dan tidak pernah jenuh. Maka dari itu, dalam sepuluh tahun belakangan ini tak heran jika manggis menjadi primadona ekspor. Dari sisi bisnis, Indonesia sebagai salah satu penghasil buah manggis terbesar ternyata sejak beberapa puluh tahun silam telah mengekspor buah ini ke sejumlah Negara, seperti Taiwan, Hongkong, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Belanda. Bahkan, kini, pasar ekspor manggis ini mulai berkembang hingga ke tanah Arab dan Australia.
Berdasarkan fakta tersebut, maka dapat kita lihat betapa digemarinya buah manggis ini oleh masyarakat, baik masyarakat local mapaun internasional. Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa buah manggis sangat digemari dibandingkan buah-buah lainnya? Salah satu jawaban dari pertanyaan ini adalah karena buah manggis memiliki rasa yang khas, yang merupakan refleksi perpaduan dari tiga rasa, yakni rasa manis, asam, dan sedikit sepat. Tiga macam rasa inilah yang tidak terdapat dalam buah lain, sehingga ia menjada salah satu ciri khas manggis.
Rasa yang khas buah manggis tersebut telah menjadikan buah ini dijuluki sebagai “Si Ratu Buah”. Setiap tahunnya, Indonesia berhasil memproduksi manggis rata-rata 60.000 ton. Memang sebuah angka yang tidak sedikit, mengingat pohon manggis di Indonesia merupakan pohon liar yang tidak dibudidayakan sebagai perkebunan dan berumur hingga lebih dari sertus tahun. Hal ini kemudian mempengaruhi produktivitas manggis yang fluktuatif. Akan tetapi, saat ini buah manggis sudah banyak dibudidayakan mengingat permintaan pasar yang cukup besar.
Tidak hanya itu, selain karena rasanya yang khas, buah manggis digemari oleh masyarakat karena memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan. Ya, buah manggis termasuk salah satu buah yang –menurut banyak penelitian ilmiah-- dikatakan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, termasuk kanker. Alasan kedua inilah yang menjadi jawaban dari pertanyaan mengapa buah manggis sangat digemari oleh masyarakat, baik local maupun internasional? Dengan demikian, buah manggsi tidak hanya memiliki rasa yang khas, tetapi juga memilik manfaat yang super dahsyat.
Di dalam masyarakat, buah manggis dikenal sebagai buah musiman yang biasanya berbuah bersamaan dengan rambutan, durian, dan buah-buahan lainnya. Saya yakin banyak masyarakat (Anda) sudah sangat familiar dengan si Ratu Buah ini, baik hanya sekadar melihat bentuknya saja sampai mencicipi buahnya. Meskipun demikian, tahukah Anda asal muasal dari bauh berwarna merah tua dan berdaging putih ini? Termasuk keluarga apa ia? Seperti apa cirri-cirinya? Bagaimana klasifikasinya? Apa saja manfaatnya? Dan kandungan kimia apa saja yang terdapat di dalamnya?
Sederet pertanyaan tersebut akan mengisi pembahasan kita pada bab satu ini. Berikut ini saya akan menguraikan secara detail (tapi singkat, padat, dan jelas) perihal seluk-beluk buah manggis, dimulai dari sejarah dan penyebaran buah manggis, klasifikasi, ciri-ciri, morfologi, jenis-jenis, syarat tumbuh, hingga kandungan kimia di dalamnya. Hal ini diharapkan dapat menambah wawasan Anda tentang buah manggis.
A.    Sejarah dan Penyebaran Buah Manggis
Tanaman Manggis yang mempunyai nama spesies Garcinia mangostana L. pada umumnya dikenal sebagai tanaman budidaya, meskipun kadang ada laporan mengenai spesies liarnya yang berada di Malaysia. Jenis ini mirip sekali dengan Garcinia hombroniana Pierre (Kepulauan Nikobar) dan dengan G. malaccensis T. Anderson, yang berasal dari Malaysia. Manggis diduga merupakan hasil silangan alotetraploid dari kedua jenis tersebut.
Di berbagai Negara, buah manggis memiliki sebutan yang berbeda-bedar. Seperti; mangosteen yang merpakan sebutan manggis di Inggris, mangostin di Spanyol, mangostan  di Prancis, mangkhut di Thailand, mongkhut di Kamboja, dan cai mang cut di Vietnam. Sedangkan di Malaysia, Filipina, dan Indonesia, buah ini disebut manggis.
Manggis merupakan tanaman tahunan dari hutan tropis teduh di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Indonesia. Tanaman ini juga menyebar sampai ke Amerka Tengah dan daerah tropis lainnya, seperti; Srilanka, Malagasi, Karibia, Hawai, Brazil, Honduras, Panama, dan Australia Utara. Buah manggsi sering dijuluki sebagai si rat buah (Queen of Fruit). Bagaimana sebutan ini bisa ditujukan pada manggis? Menurut kisahnya, konon, sebutan Queen of Fruit ini berkaitan dengan kesukaan atau kegemaran ratu (Queen) kerajaan Inggris terhadap buah manggis.
Lantas, darimana sebenarnya asal-usul Queen of Fruit ini? Dr. Ir. Warid Ali Qosim, M.S. --Dosen Jurusan Budi daya Pertanian dan Tim Ahli Divisi TTG Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Padjadjaran Bandung—dalam sebuah tulisan yang dimuat di Pikiran Rakyat (PR) 15 Februari 2007 menjelaskan bahwa asal-usul manggis diduga berasal dari Asia Tenggara, mungkin dari Indonesia (Pulau Kalimantan). Tanaman manggis menyebar ke timur sampai ke Papua Nugini dan Kepulauan Mindanau (Filipina), dan ke utara melalui Semenanjung Malaysia menyebar terus ke Thailand bagian selatan, Myanmar, Vietnam, dan Kamboja. Tanaman manggis telah dikenal oleh para peneliti dari Barat sejak awal tahun 1631. Tanaman ini dijumpai tumbuh liar pada kisaran jenis tanah dan lokasi yang cukup luas.
Penanaman pada skala yang lebih luas terjadi secara bersamaan dengan meluasnya permukiman pada awal penyebaran penduduk Asia Tenggara. Para pelancong, penjelajah, atau kolektor tanaman Eropa terdahulu seperti Mjobery (Swedia), Fairchild (Inggris), Laurent Garcin (Perancis), dan Popenoe (Amerika) telah mendiskripsikan tanaman manggis. Hanya dalam dua abad terakhir tanaman manggis sudah tersebar ke negara-negara tropik lainnya, seperti Srilangka, India bagian selatan, Amerika Tengah, Brazil, dan Queesland (Australia). Penamaan ilmiah Garcinia mangostana kepada manggis diberikan sesuai dengan nama penjelajah dari Perancis yang bernama Laurent Garcin (1683–1751) dan telah dibudidayakan untuk waktu yang lama di berbagai tempat di daerah tropik basah.
Perlu juga diketahui, sebenarnya, bauh manggis awalnya dikenal dengan nama Mangostana Garcinia Gaertner, termasuk ke dalam famili Guttiferae yang memiliki 35 genera dan lebih dari 800 spesies yang berasal dari daerah tropik. Di antaranya sembilan genera dengan spesies yang merupakan pohon buah-buahan. Lima genera dengan sekitar 50 spesies dari famili ini berasal di kawasan Asia Tenggara. Garcinia dianggap satu tipe genus dalam famili ini yang juga termasuk Mammea. Mammea merupakan genus dengan yang mempunyai nilai ekonomi penting yang dikenal dengan mammy apple atau mammy, M. Americana. Menurut Cox (1976), genus Garcinia merupakan genus yang terbesar (lebih dari 400 spesies), 40 spesies dapat dimakan dan banyak dijumpai di Pulau Kalimantan.[1]
Adapun pusat penanaman manggis di Indonesia adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Barat (Jasinga, Ciamis, Wanayasa), Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Demikianlah sekelumit kisah buah manggis, sejarah dan penyebarannya, yang bisa saya sampaikan. Semoga sedikit kisah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda tentang asal usul buah manggis.
B.     Ciri-Ciri Buah Manggis
Nah, di atas telah dijabarkan sekelumit tentang sejarah dan penyebaran buah manggis. Pertanyaan lain yang coba saya jawab di sini adalah seperti apa buah manggis itu? Bagaimana ciri-cirinya? Perlu Anda ketahui bahwa manggis merupakan salah satu tanaman buah tropika yang pertumbuhannya paling lambat, namun memiliki umur yang paling panjang. Adapun cirri-ciri dari tanaman ini, antara lain sebagai berikut:
-                      Tanaman yang berasal dari biji ini umumnya membutuhkan 10 – 15 tahun untuk mulai berbuah.
-                      Tingginya mencapai 10 – 25 meter dengan ukuran kanopi sedang serta tajuk yang rindang berbentuk piramida.
-                      Diameter batang 25 – 35 cm dan kulit batang kayu biasanya berwarna cokelat gelap atau hampir hitam, kasar dan cenderung mengkelupas. Getah manggis berwarna kuning (getah kuning) atau resin ada pada semua jaringan utama tanaman.
-                      Sistem perakaran pada manggis mudah patah, lambat tumbuh, dan mudah terganggu karena tidak dijumpai akar rambut pada akar utama maupun akar lateral. Bukti ini memberikan indikasi yang kuat bahwa awal mulanya akar memiliki sifat yang sama dengan akar dari benih yang ditumbuhkan di dalam kultur air, tetapi kurang dapat berfungsi jika ditumbuhkan dalam medium pot yang padat.
-                      Letak daun berhadapan, dimana daun manggis merupakan daun sederhana dengan tangkai daun pendek yang berhubungan dengan tunas, panjang tangkai daun 1,5 – 2 cm dengan helaian daun berbentuk bulat telur, bulat panjang atau elip dengan panjang 15 – 25 cm x lebar 7 – 13 cm mengkilap, tebal dan kaku, ujung daun meruncing (acuminate) dan licin (glabrous).
-                      Daun-daun dapat bertahan sampai beberapa tahun dengan daun-daun baru pada hampir semua cabang yang dihasilkan dari trubus-trubus baru yang terjadi satu atau dua kali setahun.
-                      Daun-daun baru berwarna agak merah muda yang dapat berubah menjadi hijau cerah, namun perubahan warna ini hanya terjadi dalam periode yang singkat dan segera menjadi hijau gelap setelah daun-daun menjadi dewasa.
-                      Selain daun, tanaman manggis juga memiliki bunga. Bunga dari tanaman ini bersifat uniseksual dioecious (berumah dua), akan tetapi hanya bunga betina yang dapat dijumpai, sedangkan bunga jantan tidak berkembang sempurna (rudimenter}, yaitu tumbuh kecil kemudian mengering dan tidak dapat berfungsi. Bunga betina terdapat pada pucuk ranting muda dengan diameter 5 – 6 cm, pedikelnya pendek, tebal dan panjang 1,8 – 2 cm terletak pada dasar bunga.
-                      Bunga memiliki empat sepal dan empat petal dengan tangkai bunga pendek dan tebal berwarna merah kekuning-kuningan. Bunganya tidak tahan lama. Ia membuka pada sore hari dan petalnya segera jatuh setelah itu.
-                      Buah berbentuk bulat atau agak pipih dan relatif kecil dengan diameter 3,5-8 cm. Berat buah bervariasi 75 – 150 g tergantung pada umur pohon dan daerah geografisnya. Kulit buah mengandung getah kuning yang terasa pahit. Bentuk buah tersebut disebabkan karena buah manggis dihasilkan secara partenogenesis (tanpa penyerbukan). Umumnya, setiap buah yang dihasilkan dengan cara partenokarpi ini memiliki bentuk bundar, berdaging lunak saat hampir masak, pipih pada bagian dasarnya dimana bagian bawahnya terdapat petal yang tebal dan rongga-rongga stigma, sisa rongga stigma ini tetap tinggal pada ujung buahnya.
-                      Jika buah muda dilukai, maka getah kuning akan menetes keluar.
-                      Kulit buah tebalnya 0,8–1 cm berwarna keungu-unguan biasanya mengandung cairan kekuning-kuningan yang rasanya pahit dan kulit buahnya mengandung tanin dan senyawa berbentuk kristal yang disebut mangostin. Pada buah yang matang, struktur kulit yang keras merupakan pelindung yang sangat baik bagi daging buah yang lembut dan dapat dimakan serta memudahkan pengepakan dan pengangkutan.
-                      Buah manggis mengandung 2–3 biji yang berkembang sempurna. Segmen-segmen umumnya berukuran tidak sama dan biasanya 1 –2 segmen besar yang mengandung biji.
-                      Daging buah yang mudah dipisahkan dari kulit buah terdiri dari sari buah, agak asam, rasanya enak dan sedikit beraroma.
-                      Biji-biji besar berbentuk pipih berwarna ungu gelap atau cokelat tertutup oleh serat lunak yang menyebar sampai kedalam daging buah.
-                      Biji manggis merupakan biji apomik yang terbentuk dari sel-sel nuselus pada buah partenokarpi.
-                      Biji berwarna coklat dengan panjang 2 – 2,5 cm, lebar 1,5 – 2,0 cm dan tebalnya antara 0,7 – 1,2 cm.
-                      Biji diselimuti oleh aril yang berwarna putih, empuk dan mengandung sari buah dengan aril yang transfaran.
-                      Berat biji bervariasi mulai dari 0,1 sampai  2,2 gram dengan rata-rata 1,0 sampai 1,6 gram.
Selain cirri-ciri fisik tanaman manggsi tersebut, ada pula cirri fisik buah manggis yang siap panen. Bagaimana cirri-ciri buah manggis yang siap panen itu? Adapun cirri-ciri buah manggis yang siap panen adalah sebagai berikut;[2]
-                      Panen 104 hari; warna kulit hijau bintik ungu, berat 80-130 gram dan berdiameter 55-60 mm.
-                      Panen 106 hari; warna kulit ungu merah 10-25%, berat 80-130 gram, dan berdiameter 55-60 mm.
-                      Panen 108 hari; warna kulit ungu merah 25-50%, berat 80-130 gram, dan berdiameter 55-60 mm.
-                      Panen 110 hari; warna kulit ungu merah 50-75%, berat 80-130 gram, dan berdiameter 55-60 mm.
-                      Panen 114 hari; warna kulit ungu merah, berat 80-130 gram, dan berdiameter 55-60 mm.
Itulah beberapa ciri buah manggis, baik cirri-ciri fisik secara umum maupun cirri-ciri fisik berdasarkan siap panen. Dengan mengetahui cirri-ciri tersebut, maka kita dapat memilih dan memilah buah manggis berdasarkan kualitas bagus atau tidaknya buah. Dan juga Anda dapat mengetahui kapan buah manggis siap panen. Untuk itu, semoga penjelasan cirri-ciri buah manggis ini dapat membantu Anda dalam memilih dan memilah buah manggis yang bagus.
C.     Klasifikasi Buah Manggis
Adapun klasifikasi botani buah manggis adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Guttiferae
Genus : Garcinia
Spesies : Garcinia mangostana L.
D.    Jenis-Jenis Buah Manggis
Mengenai jenis-jenis buah manggis, Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok merekomendasikan tiga klon manggis, yakni sebagai berikut:
1)      Kelompok besar: panjang daun>20 cm; lebar>10 cm; ketebalan kulit buah>9 mm; diameter buah>6,5 cm; berat buah>140 gram; buah tiap tandan 1 butir.
2)      Kelompok sedang: panjang daun 17-20 cm; lebar 8,5-10 cm; ketebalan kulit buah 6-9 mm; diameter buah 5,5-6,5 cm; berat buah 70-140 gram; buah tiap tandan 1-2 butir.
3)      Kelompok kecil: panjang daun<17>2 butir.
Itulah tiga jenis klon buah manggis. Adapun klon yang dikembangkan adalah berjenis MBS1, MBS2, MBS3, MBS4, MBS5, MBS6 dan MBS 7.
E.     Mofologi Buah
Untuk morfologi buah, sebagaimana telah dijelaskan pada subbab tentang cirri-ciri buah manggis di atas, buah manggis terdiri dari tiga bagian, yakni sebagai berikut;
1)      Bagian kulit atau yang dalam bahasa latinnya disebut pericarp atau rind. Kulit berwarna hijau (ketika masih mentah) hingga ungu gelap (ketika sudah sangat matang). Di dalam kulit manggis terkandung senyawa warna kelompok antioksianin yang memiliki kemampuan sebagai antionsidan yang sangat kuat, yaitu xanthones.
2)      Bagian daging luar atau yang disebut pulp. Bagian ini berwarna putih susu dan mempunyai rasa yang khas, yakni kombinasi manis, asam, dan sepat.
3)      Bagian biji atau yang disebut seed. Bagian luarnya merupakan selaput tipis yang sedikit mengandung xanthones dan bagian dalam biji berwarna kuning kecokelatan dengan tekstur keras.
F.      Manfaat Tanaman
Secara tradisional, buah manggis sudah dimanfaatkan sebagai obat sejak dulu, seperti obat sariawan, wasir, dan luka. Bahkan, kini telah ditemukan bahwa senyawa yang bernama xanthones dimanfaatkan sebagai obat kanker. Maka dari itu, tak heran jika manggis disebut-sebut dapat mengobati kaker. Ini merupakan manfaat yang paling dahsyat dari buah manggis.
Adapun kulit buahnya dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk untuk tekstil dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Batang pohon dipakai sebagai bahan bangunan, kayu bakar/ kerajinan. Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar, sebagai buah kaleng, dibuat sirop/sari buah.
G.    Kandungan Kimia Buah Manggis
Buah manggis memiliki banyak kandungan kimia. Salah satu kandungan kimia yang memiliki manfaat super dahsyat bagi kesehatan tubuh adalah xanthones, yakni sejenis kimia aktif yang bersifat antioksidan. Mengenai seluk beluk senyawa aktif dalam kulit buah manggis ini akan dijelaskan lebih detail dan komprehensif pada bab selanjutnya, mulai dari pengertian, manfaat, hingga alasan-alasan mengapa kita perlu memakannya.
Sedangkan kandungan zat gizi dalam buah manggis per 100 gramnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Komponen Zat Gizi
Jumlah
Energi
34 kalori
Protein
0,6 gram
Lemak
1 gram
Karbohidrat
5,6 gram
Kalsium
7 mg
Fosfor
4 mg
Zat besi
1 mg
Natrium
7 mg
Kalium
19 mg
Vitamin B1
0,03 mg
Vitamin B2
0,03 mg
Niasin
0,3 mg
Vitamin C
4,2 mg
Kadar Abu
0,1 gram
Kadar Air
87,6 gram
(Sumber: Dr.Ir.Raffi Paramawati. Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit. Jakarta: PT. AgroMedia Pustaka. 2010; 48)

Itulah beberapa kandungan kimia atau zat gizi yang terdapat dalam buah manggis. Perlu diketahui bahwa manfaat terbesar buah manggis bagi kesehatan bukan terletak pada daging buahnya, melainkan pada kulit buahnya. Mengapa demikian? Sebab, di dalam kulit manggis terdapat senyawa yang disebut xanthones, dimana senyawa ini merupakan salah satu antioksidan terbesar dalam manggis. Memang, daging buah manggis juga mengandung antioksidan alami, yakni vitamin C, tetapi jumlahnya sangat sedikit.





0 komentar:

Intermezzo

 

©2009 Rizem's Archives | Template Blue by TNB